Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa ITN Malang Manfaatkan PLTS dengan Solar Tracker untuk Maksimalkan Hasil Produksi Buah Naga

Empat mahasiswa ITN Malang mencoba membuat karya yang mereka sebut 'Sistem Modul Surya Sebagai Penyinaran Cahaya Otomatis' untuk kebun Buah Naga

SURYAMALANG.COM/ITN Malang
Empat mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang membuat “Sistem Modul Surya Sebagai Penyinaran Cahaya Otomatis pada Buah Naga di Malam Hari”.  

Mahasiswa tidak kesulitan mewujudkan itu karena membuat sistem modul surya menjadi keahlian mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang.

Saat ini pembuatan prototype sudah sampai pada menyelesaikan solar tracker dan tiang-tiang penyanggah lampu.

Termasuk program arduino solar tracker dan lampu otomatis.

"Penggunaan solar cell diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan produktivitas buah naga, serta dapat menambah jumlah panen buah naga dalam setahun. Solar cell juga dapat menghemat daya listrik yang dipakai hingga mampu bertahan 5-10 tahun,” kata Dimas. 

Secara ekonomis, solar cell ini dapat membantu menghemat biaya pengeluaran dan meningkatkan hasil produksi buah naga.

Sedang di sisi teknologi ada memodernisasi sektor pertanian dengan memasukkan keilmuan teknik elektro dapat dilakukan dengan rangkaian yang praktis dan efisien.

Bahan-bahan utama yang mereka gunakan untuk membuat solar cell antara lain modul surya, baterai, solar charge controller, lampu LED AC, sensor LDR, arduino uno, modul relay DC 5 V, dan fitting inverter. 

Sedang untuk membuat layout dari alat, mereka harus survei lapangan.

Untuk itu dilakukan survei di daerah Kecataman Lawang, Kabupaten Malang, dimana topografinya mirip dengan daerah Banyuwangi.

Kemudian dilakukan analisa besarnya surya cell (100 WP) yang perlu digunakan.

Serta  menganalisa besar ampere dan volt baterai. Serta  luas penampang kabel dan banyaknya lampu yang diperlukan.

Solar tracker akan bekerja pada siang hari dengan bergerak mengikuti iradiasi matahari (intensitas energi matahari) optimal yang digerakkan oleh motor DC, lalu menyuplai daya ke baterai.

Saat malam hari, sensor LDR akan mengirimkan sinyal ke arduino uno sebagai input. Kemudian arduino mengeluarkan perintah menyalakan relay untuk menghidupkan lampu LED. 

Menurut mahasiswa semester 6 ini, cahaya dari lampu LED berperan membantu tanaman buah naga untuk memproduksi bunga dan buah.

Petani juga tidak perlu melakukan monitoring setiap hari, karena lampu akan otomatis mati saat pagi dan hidup saat malam hari. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved