Kondisi Andi Mahasiswa Pendemo UU Pilkada Terancam Buta, Bola Mata Kena Lemparan Batu saat Bentrok

Kondisi Andi mahasiswa pendemo UU Pilkada terancam buta, bola mata rusak kena lemparan batu saat bentrok, begini kronologinya.

|
Youtube KOMPASTV
Massa aksid di Bandung. Kondisi Andi Mahasiswa Pendemo UU Pilkada Terancam Buta, Bola Mata Kena Lemparan Batu saat Bentrok 

Andi pun masih menjalani perawatan intensi di RS Mata Cicendo dan masih membutuhkan biaya untuk operasi.

BEM Unibba sudah melakukan penggalangan donasi untuk korban.

Korban Lain Hidung Patah hingga Bibir Pecah

Sedangkan di Jakarta, pendemo yang jadi korban bentrok juga berjatuhan. 

Anggota Komisi VII DPR Fraksi PDIP, Adian Napitupulu mengatakan ada lebih dari 100 pendemo penolak revisi UU Pilkada di depan Gedung DPR RI yang ditangkap polisi.

Hal ini diketahuinya setelah mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengecek langsung para pendemo yang ditangkap, pada Kamis (22/8/2024) malam.

"Di sini (Polda Metro Jaya) kalau tidak salah berapa tadi 36, 36 di sini. Kalau tidak salah di Jakarta Barat 52, kemudian di Jakarta Pusat 23," kata Adian di Polda Metro Jaya melansir Tribunnews.com.

Adapun kondisinya, kata Adian, ada yang mengalami sejumlah luka yang belum diketahui penyebabnya.

Menurut Adian, ada 20 orang pengacara yang mendampingi para pendemo yang ditangkap tersebut.

"Bibir pecah, yang ketemu dari DPR hidungnya patah. Saya sampaikan pada penyidik-penyidiknya, saya tidak mau mendengar ada cerita kekerasan dalam proses pemeriksaan di setiap tahap di sini," tutur Adian.

Baca juga: Permintaan Ayah Azizah Salsha pada Pratama Arhan Fokus Timnas Saja, Andre Rosiade: Harus Lapang Dada

Lebih lanjut, Adian meminta pihak kepolisian untuk membebaskan para pendemo yang ditangkap jika memang tidak terjadi tindak pidana.

"Nah, mereka menyayangi Indonesia, menyayangi konstitusi, jadi tidak ada alasan untuk ditahan lama-lama. Sesuai dengan KUHAP 1x24 jam harusnya sudah bisa dilepaskan," tutur Adian.

"Negara ini akan sangat rugi ketika kita kehilangan pemuda-pemuda yang berani bergerak dengan hati nuraninya, bergerak dengan pemikirannya. Jadi, menurut saya, mereka bagian dari aset bangsa," imbuh Adian.

Kecaman dari IPW

Indonesia Police Watch (IPW) mengecam kekerasan aparat ketika pengamanan demo menolak Revisi UU Pilkada di sejumlah daerah pada Kamis (22/8/2024).

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved