Pilkada Kabupaten Malang 2024

Kampanye Perdana Sanusi dan Lathifah di Gondanglegi Malang Dihibur Penampilan Niken Salindry

Kampanye perdana petahana Muhammad Sanusi, bersama pasangannya, Lathifah Shohib, dipenuhi ribuan masyarakat dan simpatisan, Sabtu (28/9/2024)

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Kampanye Muhammad Sanusi dan Lathifah Shohib untuk Pilkada Kabupaten Malang 2024, Sabtu (28/9/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kampanye perdana petahana Muhammad Sanusi, bersama pasangannya, Lathifah Shohib, dipenuhi ribuan masyarakat dan simpatisan, Sabtu (28/9/2024) pagi.

Kampanye itu berlangsung di Lapangan Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang atau tepatnya cuma berjarak 1 km dari rumah Sanusi, yang ada di Desa Gondanglegi Kulon.

Untuk memeriahkannya, kampanye dikemas dengan acara jalan sehat dengan bertebar ribuan doorprize. Menambah semarak acara itu, Niken Salindry, penyanyi yang lagi naik daun atau lebih dikenal sinden cilik itu, menghibur dengan empat lagu andalannya.

Karuan, ribuan massa yang memenuhi lapangan sepak bola itu bak terhipnotis untuk menggoyangkan tubuhnya dalam kampanye Pilkada Kabupaten Malang 2024 itu.

"Tadi, kami siapkan 20.000 doorprize dan semuanya ludes."

"Hadiahnya cukup banyak, mulai sepeda gunung, kompor, kain batik, dll. Yang penting, pesan dari Abah Sanusi, masyarakat terhibur dan pulang bawa hadiah," ujar Kusairi, juru bicara tim pemenangan SALAF, Sanusi-Lathifah.

Kusairi mengatakan, Sanusi ingin menyapa tetangganya, supaya kelak pada hari H atau pencoblosan nanti tidak lupa memilihnya.

"Melihat antusiasme dari masyarakat tadi, kami sangat optimis, jika Abah Sanusi bukan cuma unggul tapi menang," ungkapnya.

Puncak dari kampanye perdana itu, Sanusi memperkenalkan timnya, seperti Geng Wahyudi, tokoh masyarakat dan politisi senior, dan juga ketua partai pengusung.

Seperti Gus Kholik, ketua DPC PKB, Chusni Mubarok, ketua DPC Gerindra, Gatot Didik Subroto, ketua DPC PDIP, dll.

Di atas panggung atau di hadapan ribuan simpatisan dan pendukungnya, Sanusi seperti meluruskan fitnah atas dirinya dan Lathifah mesti tak disebutkan disiapa yang memfitnahnya.

"Yang menuduh kami NU abal-abal itu, justru ia yang menuduh itu, NU-nya abal-abal," ucap Sanusi.

Sebab, lanjut Sanusi, dirinya itu dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga NU. Dan, saat remaja, Sanusi sudah terjun di NU.

Apalagi Lathifah, lanjutnya, ia itu keponakannya Gus Dur dan cucu pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

"Benar tidak? Yang menuduh kami NU abal-abal itu, justru dia yang menuduh kami itu, yang NU-nya yang abal-abal," teriak Sanusi.

 

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved