Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Mahasiswa PLS UM Hadapi Dampak Globalisasi

Gus Hafidh Sugeng Koco dari Yayasan SPMAA Batam jadi narasumber kuliah wawasan kebangsaan tentang Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Pendidikan

IST
Gus Hafidh Sugeng Koco dari Yayasan SPMAA Batam jadi narasumber kuliah wawasan kebangsaan tentang Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi di Aula Gedung D3 FIP UM, Kamis (3/10/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ratusan mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti kuliah wawasan kebangsaan, Kamis (3/10/2024).

Hadir sebagai narasumber adalah Gus Hafidh Sugeng Koco dari Yayasan SPMAA Batam. Temanya tentang "Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Pendidikan di Era Globalisasi" di Aula Gedung D3 FIP.

"Bahwa arus globalisasi itu di satu sisi adalah peluang besar. Di sisi lain juga ada ancaman. Sebagai akademisi, jadikan itu sebagai peluang tapi harus tetap waspada."

"Kita harus jaga diri dan jangan mudah terpengaruh. Bahkan harus memberi pengaruh. Jangan jadi follower tapi trendsetter," kata Gus Hafidh kepada SURYAMALANG.COM usai acara.

Hal ini karena Indonesia memiliki nilai-nilai agung yang diformulasikan dengan Pancasila. Di dalamnya sudah ada kesetaraan, Bhineka Tunggal Ika juga wawasan nusantara.

Karena itu ia senang mengisi acara ini agar arus globalisasi yang besar tidak membuat Indonesia tergerus. Relawan TIK (Teknologi Informasu dan Komunikasi) Jawa Timur menambahkan bahwa informasi itu baik. Tapi jika ada tsunami informasi tidak baik.

"Sehingga arusnya tidak terbendung. Maka nilai kebangsaan harus ditanamkan dan harus lebih getol dari arus informasi global. Kita juga harus mempengaruhi juga tapi masih belum percaya diri," tambahnya.

Ia berharap kehadirannya di kegiatan itu bisa menumbuhkan rasa cinta pada bangsa. Sedang Kepala Departemen PLS Dr Zulkarnain MPd MSi menjelaskan kuliah wawasan kebangsaan itu untuk mahasiswa baru.

Mereka dibekali bagaimana menguatkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sebagai warga negara.

"Apa yang disampaikan Gus Hafidh itu, mahasiswa paham. Tantangan kita saat ini globalisasi yang didalamnya ada digitalisisasi."

"Dan mahasiswa rentan akan informasi digital. Sebab tidak semua bisa memilah mana informais yang layak diterima dan tidak," kata Zul.

Apalagi sekarang adalah generasi stroberi yang gampang sekali mendapatkan asumsi-asumsi tanpa diseleksi.

Hal ini karena sekarang dipermudah teknologi. Dan sarana prasaena yang mereka dapatkan juga gampang. Mahasiswa yang ikut kegiatan ini adalah angkatan 2023 dan 2024. Kegiatan semacam ini dihadirkan tiap semester. 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved