Berita Malang Hari Ini
ITN Malang Dapat Hibah Drone Harga Rp 190 Jutaan dari Kementrian ART BPN Dukung Survei dan Pemetaan
Menurut rilis humas ITN Malang, peralatan hibah itu adalah drone tipe DJI Mavic 3 Enterprise (M3E) seharga Rp 190 jutaan rupiah.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendapat hibah peralatan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupa drone yang harganya ratusan juta rupiah.
Menurut rilis humas ITN Malang, peralatan hibah itu adalah drone tipe DJI Mavic 3 Enterprise (M3E) seharga Rp 190 jutaan rupiah.
Hibah alat senilai ratusan juta itu diberikan lewat Prodi Teknik Geodesi S1 yang bisa dimanfaatkan untuk survei dan pemetaan.
Serah terima dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) diikuti 11 perguruan tinggi diadakan di Bogor pekan lalu.
Hibah peralatan ditujukan lebih untuk proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Terutama untuk mendukung program ATR/BPN dalam survei dan pemetaan dalam rangka penambahan cakupan peta dasar pertanahan dan lainnya.
Penandatanganan PKS dilakukan Kaprodi Teknik Geodesi S1, ITN Malang, Dedy Kurnia Sunaryo ST MT dan Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Ir Virgo Eresta Jaya, MEng Sc.
Kolaborasi tersebut merupakan kerja sama strategis antara ITN Malang dengan Kementerian ATR/BPN dalam memanfaatkan teknologi untuk percepatan pemetaan.
"Teknologi terus berkembang begitu pesat. Maka kami harus mengikuti perkembangannya. Dengan hibah ini mahasiswa bisa praktek dengan teknologi terkini. Dan harapannya kami bisa membantu BPN terutama untuk wilayah-wilayah yang di-mappingkan,” ujar Dedy Kurnia Sunaryo.
Menurutnya, hibah tersebut dapat membantu mempersiapkan mahasiswa menjadi SDM yang unggul dalam pemetaan foto udara dan LiDAR (Light Detection and Ranging).
LiDAR adalah teknologi penginderaan jarak jauh yang menggunakan sinar laser untuk mengukur jarak dan pergerakan objek di suatu lingkungan.
Terutama mempersiapkan diri untuk operator pengolahan data serta membantu stakeholder di bidang pemetaan 3D.
Menurutnya, ada beberapa wilayah di Jawa Timur masih banyak yang kurang dari segi data 3D.
Mahasiswa bisa berperan membantu survei dan pemetaan lewat skema program kerja praktek (KP), praktek kerja lapangan (PKL), dan lain-lain untuk membantu mewujudkan database (basis data) BPN.
Dengan peralatan baru drone DJI Mavic 3 Enterprise, proses survei dan pemetaan dapat dilakukan dengan cepat, tepat, akurat, dan efisien.
Sehingga target yang diberikan oleh Kementerian ATR/BPN untuk menghasilkan portofoto dengan cakupan minimal seluas 4000 hektar dalam kurun waktu 3 tahun bisa terselesaikan.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.