Berita Malang Hari Ini
BPS Kota Malang Survei Pengangguran Terbuka Secara Makro
Angka pengangguran terbuka di Kota Malang yang disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hanya menunjukan kondisi makro.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Angka pengangguran terbuka di Kota Malang yang disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hanya menunjukan kondisi makro.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin menyatakan, orang-orang yang disurvei bisa jadi bukan warga Kota Malang, tetapi menetap di Kota Malang.
Orang-orang seperti itu bisa jadi adalah mahasiswa yang baru saja lulus dari perguruan tinggi. Seperti diketahui, ada ratusan ribu mahasiswa datang ke Kota Malang untuk mengenyam pendidikan di peruguran tinggi.
Umar menegaskan bahwa survei yang dilakukan BPS Kota Malang untuk mendapatkan angka pengangguran terbuka tidak dilakukan berdasarkan informasi nama dan alamat. Survei dilakukan secara terbuka yang mengambil beberapa orang secara acak.
"Pengangguran terbuka itu tahunan, melalui survei ketenagakerjaan nasional. Itu biasanya kami lakukan pada Agustus. Tahun ini sudah selesai, akan kami rilis di akhir tahun atau awal tahun."
"Karena sample, yang namanya angka pengangguran itu bukan by name by adress. Angka makro. Indikator makro."
"Kepentingannya untuk melihat berapa persentase pengangguran di Kota Malang," kata Umar, Selasa (29/10/2024).
Menurut Umar, kondisi Kota Malang seperti kota besar lainnya, angka penganggurannya tinggi. Hal itu ia nilai wajar dari kota yang tengah menuju kota metropolis.
"Pendataan kami itu de facto, yang kami data bukan hanya ber-KTP Kota Malang, juga luar Kota Malang tapi tinggal di Kota Malang."
"Misal mahasiswa yang baru lulus, terkena sampel. Hal-hal seperti itu yang mengakibatkan angka pengangguran Kota Malang tinggi."
"Jadi kondisinya hampir setara dengan Surabaya yang angka penganggurannya mencapai 6 persen," terangnya.
Terhadap pelaku ekonomi kreatif pun, Umar mengatakan tidak membedakan. Pasalnya, pertanyaan dalam suvey berlaku sama terhadap semua responden tanpa membedakan latar belakang statusnya.
"Misalnya, BPS mendata pengangguran itu, ada pertanyaan berapa lama dalam sepekan terakhir bekerja. Meskipun bekerja secara informal, bisa saja kena," kata Umar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menyatakan bahwa anak-anak muda di Kota Malang yang masuk kategori angkatan kerja enggan bekerja di sektor non formil seperti melinting rokok.
Menurut Arif, sejumlah anak muda menaruh gengsi. Mereka lebih memilih bekerja di toko yang ada pendinginnya, atau di kafe dengan nuansa kekinian. Meskipun pendapatan dari bekerja melinting rokok lebih tinggi dari pada bekerja di toko atau kafe.
Badan Pusat Statistik (BPS)
Kota Malang
SURYAMALANG.COM
pengangguran
Umar Sjaifudin
Arif Tri Sastyawan
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.