Istri di Bogor Syok Suami Meninggal Setelah Masak Mi Kurang Matang, Cek-cok Gaji Disembunyikan

Istri di Bogor Syok suami meninggal setelah masak mi kurang matang, sempat cek-cok masalah gaji yang disembunyikan.

Canve.com-ilustrasi (kanan)/Dok Polres Bogor-TribunnewsBogor.com
Jenazah korban (kiri), ilustrasi mi instan (kanan). Istri di Bogor Syok suami meninggal setelah masak mi kurang matang, sempat cek-cok masalah gaji yang disembunyikan. 

SURYAMALANG.COM, - Istri di Bogor syok suaminya meninggal setelah masak mi kurang matang dan sempat cek-cok dengannya masalah gaji. 

Peristiwa yang terjadi di Cibinong, Bogor pada Selasa (29/10/2024) itu melibatkan istri berinisial RA (37) dan suami bernama Cecen Effeny (48).

Sebelum tewas Cecen sempat masak mi instan untuk istrinya RA sampai pertengkaran terjadi dan korban tiba-tiba meninggal. 

Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo mengaku peristiwa itu bermula saat korban bersama istrinya RA dan anaknya berusia empat tahun baru saja menginap dari rumah keluarganya.

Baca juga: Sosok Iptu Muh Idris Minta Uang Damai Rp50 Juta ke Guru Supriyani, Baru 7 Bulan Jabat Kapolsek Baito

Pada saat itu, situasi masih baik-baik saja bahkan korban Cecen membuatkan mi rebus untuk RA.

Namun karena mi tersebut kurang matang, RA tidak mau memakannya.

Awal pertengkaran dimulai saat RA mempertanyakan kartu ATM gaji korban yang selama ini disembunyikan oleh  Cecen dan tidak pernah memberitahu atau menyerahkannya.

"Akibat selisih paham tersebut keduanya bertengkar" ungkap Waluyo melansir TribunnewsBogor.com, Kamis (31/10/2024).

"Hingga akhirnya berdasarkan keterangan saksi RA, korban pergi ke dapur sambil mengatakan 'ayo kita bunuh-bunuhan aja' dan korban mengambil dua bilah pisau dapur," lanjutnya. 

Baca juga: Nasib TikToker Gunawan Sadbor Resmi Jadi Tersangka Kasus Judol, Suka Bantu Pengangguran di Kampung

Usai mengambil pisau, kata Waluyo, korban melemparnya ke arah istri yang sedang duduk di tempat tidur, namun pisau tersebut jatuh ke kolong tempat tidur.

Berdasarkan keterangan RA, suaminya saat itu mencoba mendekati untuk menyerangnya menggunakan sebilah pisau dapur ke arah wajah.

"Karena untuk membela diri dari serangan korban tersebut, akhirnya saksi mendorong tubuh korban dan saksi langsung berlari keluar rumah untuk bersembunyi, sehubungan takut dikejar oleh korban," terang Waluyo.

Setelah berlari keluar rumah, istri merasa heran karena suami tidak kunjung mengejarnya.

Sekitar kurang lebih 10 menit bersembunyi di luar, RA pun memberanikan diri untuk melihat korban ke dalam rumah dengan mengintipnya dari celah pintu.

"Saksi (RA) mendapati korban sudah dalam kondisi tidur miring di depan lemari televisi yang berada di ruang tengah dengan kondisi dari hidung mengeluarkan darah," jelas Waluyo.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved