Berita Malang Hari Ini

Bawang Merah Batu Ijo di Lereng Gunung Kawi Bikin Sejahtera Petani di Ngantang Kabupaten Malang

Bawang Merah Batu Ijo di Lereng Gunung Kawi Bikin Sejahtera Petani di Ngantang Kabupaten Malang

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Tanaman bawang di lereng Gunung Kawi, Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (25/11/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pagi yang masih dingin akibat masih tertutup sisa kabut dari lereng Gunung Kawi, Senin (25/11/2024), tak membuat ratusan petani Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang bermalas-malasan di atas kasur.

Namun, mereka terlihat sudah berbondong-bondong berangkat ke sawah, bahkan sebagian dari mereka malah sudah bermandi lumpur di sawahnya.

Mereka seperti tak mengenal waktu apalagi lelah, jika sudah tiba musim tanam bawang seperti bulan November dan Desember tahun ini. Bagi mereka, sejak ditemukan tanaman bawang merah varietas baru, jenis Batu Ijo itu, musim tanam bawang seperti bulan ini bisa diibaratkan awal pesta.

Yakni, pesta untuk merayakan kesuksesan hidupnya karena holtikultura itu telah mengubah nasibnya. Kini, mereka sudah merasa jadi petani berdaulat di atas hamparan tanahnya yang seluas 350 hektare (Ha) itu.

Bayangkan, dengan luas lahan sawah sekitar 5.000 m3, yang kebanyakan dimiliki per pertani itu bisa menghasilkan untung bersih sekitar Rp 50 juta sampai Rp 75 juta sekali pane. Padahal, setahun, mereka bisa panen tiga kali.

"Jika musim tanam bulan ini atau Desember, ya panennya Februari nanti, sehingga saat puasa nanti, petani sudah pegang uang," tutur Ali Munif, ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Bakti Karya, Senin (25/11/2024).

Mengawali persiapan musim tanam, belum lama ini, Ir Avicenna M Saniputra, Kadis Pangan Holtikultura dan Perkebunan, turun ke Desa Purworejo itu. Ia memastikan kesiapan petani saat musim tanam itu. Di hadapan ratusan petani bawang, Avicenna, mengacungi jempol karena petani bawang sudah mempersiapkan diri.

"Kami kagum, ternyata petani sudah siap turun ke sawahnya. Berikutnya, kami tinggal menyiapkan pendampingantim, buat keperluan yang dibutuhkan petani, seperti bibit, pupuk, dll," ujar Avicenna.

Avicenna 'menitipkan' nasib ratusan petani bawang merah ke Ali karena dianggap yang disegani. Begitu juga Ali. Ia mengucapkan terima kasih kepada Muhammad Sanusi, Bupati Malang saat ini, yang kembali maju di Pilkada Kabupaten Malang 2024. Karena melalui Avicenna, Sanusi telah memberikan segalanya buat kemajuan petani bawang.

"Luar biasa perhatian pak bupati buat kesuksesan petani bawang sini. Kami berterima kasih buat Pak Avi,, juga" tutur Ali.

Ali, memang cukup ringan tangan buat kemajuan petani bawang sehingga ia disegani di kalangan petani di desanya. Sebab, meski sudah jadi ketua Gapoktan, dengan membawahi 450 petani bawang, yang tergabung pada empat Poktan, namun tak mau cuma memantau saja.

Senin pagi itu, ia sudah turun ke sawahnya, seperti petani lainnya. Ia seperti sedang memberi contoh buat petani bawang, binaannya yang ada di empat dusun, yakni, Dusun Tokol, Jeruk, Binangsri, Pakan.

"Kenapa petani sini kok bersemangat turun ke sawah, karena bawang merah Batu Ijo itu, sudah terbukti merubah nasibnya," tuturnya.

Seperti dirinya, Ali mengaku berkat tanaman itu bisa meluluskan dua anaknya kuliah dan kini sudah jadi guru.

"Lahan saya nggak luas, namun kami bersyukur karena anak kami sudah jadi 'orang'. Kami nggak punya usaha sampingan, begitu juga petani lainnya. Mereka cuma jadi petani, namun kehidupan kami dan petani lainnya, kian hari kian sejahtera," tuturnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved