Komunitas Bersepeda di Malang Raya

Lokasi Jelajah Gunung dengan Sepeda di Kota Batu, Cari Tantangan Sambil Menikmati Pemandangan Indah

Bila biasanya komunitas sepeda memilih jalur perkotaan, Komunitas sepeda Mbanteng Wenak memilih jalur perbukitan.

|
Editor: Zainuddin
IST
Anggota komunitas 'Mbanteng Wenak' berfoto bersama di sel eksplorasi pegunungan. 

Nongkrong seakan menjadi agenda wajib bagi komunitas, termasuk komunitas sepeda. Biasanya, nongkrong ini diselingi dengan makan-makan untuk memulihkan stamina.

Pengamat olahraga dari Universitas Negeri Malang (UM), Muarifin mengatakan mengatakan ada plus dan minus dari nongkrong dan makan-makan setelah bersepeda. Menurutnya, nongkrong ini bisa menjadi penyemangat bagi anggota komunitas.

"dari segi psikis dan sosiologis, nongkrong ini sangat bagus. Jadi, anggota komunitas semakin rukun dan happy," kata Muarifin.

Tapi nimusnya, sering kali menu yang dikonsumsi setelah olahraga ini tidak mendukung kesehatan. Misalnya nongkrong dengan makan soto atau rawon. "Kesannya seakan menjadi ajang balas dendam setelah olahraga," tambahnya.

Seharusnya anggota komunitas juga mengimbangi dengan makanan sehat. "Kuncinya adalah pengendalian diri. Kalau di dalam komunitas itu ada orang yang mengerti ilmu olahraga, maka harus saling mengingatkan," ujarnya.(Dya Ayu/Sylvianita Widyawati)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved