Viral Banyaknya Sapi Mati di Bondowoso, Dinas Peternakan Sebut Itu Bukan Penyakit Mulut dan Kuku

Viral Banyaknya Sapi Mati di Bondowoso, Dinas Peternakan Sebut Itu Bukan Penyakit Mulut dan Kuku

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Sinca Ari Pangistu
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bondowoso, drh Cendy Herdiawan. 

"Ini menyebabkan sapi ambruk secara tiba-tiba karena heat stress. Karena infeksi virus BEF," terangnya.

Dia mengatakan dari beberapa gejala yang muncul di Kecamatan Pujer pihaknya melihat sedikit sekali tanda-tanda dengan klinis PMK. Karena, pihaknya meyakini hampir di seluruh desa di Kecamatan Pujer sudah tervaksin minimal 2,3 hingga 4 kali.

"Itu sudah merata di seluruh desa. Maka kejadian kematian mendadak seperti yang tersebar di Medsos belum tentu disebabkan PMK," urainya.

Ia pun meminta peternak di Kecamatan Pujer untuk segera melaporkan jika sapinya mengalami gejala klinis seperti tidak mau makan dan minum, terasa panas, loyo, dan lemas.

"Segera laporkan. Karena untuk menentukan diagnosa sebuah penyakit petugas kesehatan hewan harus melakukan pemeriksaan klinis terlebih dahulu," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved