Bocah Tenggelam Probolinggo

Dua Bocah Balita di Probolinggo Tenggelam, Tak Terpantau Saat Main di Sungai Dekat Rumahnya

Kedua korban yang merupakan saudara sepupu itu Fanno (3) dan Faren (2) warga Dusun Krajan, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahsan Faradisi
BOCAH TENGGELAM : Pihak kepolisian saat berada di lokasi kejadian dua bocah tenggelam, pada Kamis (6/1/2025). Dua korban ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sungai yang berjarak 100 meter dari rumahnya. 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO  - Dua bocah di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tenggelam di sungai, pada Kamis (6/1/2025) sore.

Kedua korban sebelumnya bermain di sekitar sungai setempat lalu ditemukan tenggelam.

Kedua korban yang merupakan saudara sepupu itu Fanno (3) dan Faren (2) warga Dusun Krajan, RT 003 RW 001, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Korban ditemukan tenggelam dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sebelum ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB oleh warga yang memang sudah mencari keberadaannya, kedua korban bermain di sungai Klumprit atau kurang lebih sekitar 100 meter jarak sungai dengan rumah korban.

Kepala Kampung Krajan, Slamet mengatakan, sebelum ditemukan tenggelam meninggal dunia, kedua korban memang sempat dicari orang tuanya.

Pencarian itu dikarenakan orang tua kedua korban tidak melihat di sekitar rumahnya.

"Karena tidak kelihatan bermain di sekitar rumah, akhirnya dicari. Kemudian ada juga warga yang ikut membantu pencarian korban berinisiatif mencari langsung ke sungai," kata Slamet.

Saat dicari ke sungai itulah, lanjut Slamet, warga kemudian melihat satu korban sudah keadaan tengkurap di tengah sungai dan satu korban lagi juga tenggelam di pinggiran sungai. Kebetulan air sungai sedang pasang.

"Keduanya ini sepupu, orang tuanya masih saudara kandung. Satu korban ditemukan dalam keadaan tengkurap sekitar 30 meter dari pinggir sungai, dan satunya lagi ditemukan masih di sekitar pinggir sungai," ungkap Slamet.

"Sempat dibawa ke rumah sakit, karena warga mengira bisa diselamatkan, tapi tidak tahunya sudah meninggal di lokasi kejadian. Sungai nya kalau pasang memang dalam bisa sampai 3 meter lebih," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved