Ekonomi

Said Abdullah: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi dan Berkualitas di Era Presiden Prabowo, Mungkinkah?

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sumber Daya, Said Abdullah mengungkapkan sejak 2013 hingga 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia berkutat di level 5 %.

Editor: iksan fauzi
Yusron Naufal Putra
PERTUMBUHAN EKONOMI: Ketua DPP Bidang Sumber Daya sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah dalam suatu acara 2024. Said Abdullah memberikan analisa terkait pertumbuhan ekonomi di era Presiden Prabowo Subianto bisa tinggi dan berkualitas. 

Sementara pada sektor hulu, kata Said, Program MBG dapat mendorong permintaan kebutuhan bahan makanan. 

Dengan demikian Bapanas juga bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dan desa untuk menata rantai pasoknya di tiap wilayah. 

Menurutnya, permintaan berskala besar ini akan memberi nyawa rangkap bagi para petani dan peternak lokal. 

Ia mengatakan dari sisi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah bisa fokus pada petani, peternak dan UMKM yang menopang Program MBG ini. 

"Program MBG juga bisa menjadi pijakan awal kita memulai kemandirian pangan nasional," katanya optimistis.

Selain itu, jika langkah besar ini bisa organisir secara baik, dengan sendirinya akan mengurangi alokasi subsidi program bantuan sosial, yang alokasinya besar dalam 10 tahun terakhir.

Namun,subsidi bantuan sosial itu tidak membawa dampak pemberdayaan, dan malah menjelma menjadi alat politik.

"Di luar APBN, tampaknya Presiden Prabowo juga mendorong konsolidasi Badan Usah Milik Negara (BUMN). Salah satunya pembentukan super holding Danantara," uar Said. 

Ia menyebutkan Danantara bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

Sebab dengan capital expenditure (capex) yang besar dari Danantara, lebih memungkinkan mengelola arah investasi strategis, setidaknya untuk membangkitkan industri nasional. 

"Dua kata kunci dari Danantara; investasi dan industrialisasi yang terarah," ujarnya. 

Langkah ini bisa menjadi tonggak penting bagi perluasan program hilirisasi yang dikelola langsung oleh BUMN.

Namun sasarannya harus fokus, yakni pengelolaan sumber daya alam menjadi barang industri yang menjadi rantai pasok global.

"Saya berkeyakinan, jika dua pilar APBN dan BUMN programnya dapat teroganisasi dengan baik, maka kita bisa meraih dual hal sekaligus. Yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, keluar dari jebakan 5 persenan, dan pertumbuhan ekonomi yang di topang oleh para pelaku ekonomi arus bawah hingga menengah, dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih inklusif," pungkas Said Abdullah.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved