Tabung LPG 3 Kg Langka
Curhat Emak-Emak di Kota Malang Sempat Sulit Beli Gas LPG 3 Kg, Tapi Kini Normal Lagi
Gas LPG ukuran 3 Kg bisa habis dalam jangka waktu dua sampai tiga hari di tempat Hamidah, pemilik warung di Jl Sulfat kota Malang
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM , MALANG - Kebutuhan gas LPG ukuran 3 Kg di kalangan ibu rumah tangga maupun pemilik warung sempat terganggu.
Pasalnya, mereka sempat kesulitan mengakses penjual ketika ada kebijakan pembelian di distributor resmi.
Namun, kini mereka bisa membeli ke tempat terdekat seperti sediakala karena kebijakan baru telah diubah.
Hamidah, seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilih warung di Jl Sulfat mengatakan, ia tidak kesulitan saat membutuhkan pasokan gas.
"Beberapa waktu lalu sulit karena belinya jauh, sekarang sudah bisa beli eceran," ujarnya, Minggu (9/2/2025).
Menurut Hamidah, sebagai seorang ibu rumah tangga dan penjual makanan, kebutuhan gas LPG dengan harga terjangkau sangat diperlukan.
Ia berharap pemerintah bisa memberikan akses yang lebih mudah, bukan sebaliknya.
"Kami ini kan hanya rakyat kecil, warga biasa yang beli. Tidak lebih dari itu, sebaiknya aksesnya dipermudah," katanya.
Gas LPG ukuran 3 Kg bisa habis dalam jangka waktu dua sampai tiga hari di tempat Hamidah.
Ia sudah menyiapkan satu stok gas yang bisa digunakan jika stok awal sudah habis.
Ketika ada kebijakan beli gas harus di distributor resmi, Hamidah sempat kehabisan stok.
Dia juga harus mengantre beli di distributor.
"Apalagi tempatnya jauh," keluhnya.
Pipit Ani Hayati, seorang ibu rumah tangga yang berada di Lesanpuro mengatakan hal yang sama.
Dirinya sempat membeli gas LPG ukuran 3 Kg di distributor resmi.
Pipit mengatakan kalau harga di distributor lebih murah, meski begitu tempatnya jauh.
Ia harus menempuh sekitar 3 Km untuk sampai di distributor resmi.
"Jadi sama saja sepertinya dengan biaya bahan bakar ke lokasi," katanya sambil tertawa.
Gas LPG 3 Kg yang ia gunakan biasanya bisa bertahan hingga dua pekan.
Gas digunakan untuk kebutuhan rumah seperti masak.
"Ya kalau ada tamu buat kopi atau teh, tapi kan tidak rutin," ungkapnya.
Seperti Hamidah, Pipit ingin akses membeli LPG ukuran 3 Kg tidak dipersulit.
Tempat penjualan eceran yang dekat dianggapnya lebih membantu karena tidak mengeluarkan banyak biaya dan tenaga.
"Mohon jangan repotkan kami kalau buat kebijakan," keluhnya.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan pemerintah pusat juga menetapkan status pengecer yang berjualan elpiji tiga kilogram sebagai sub pangkalan resmi.
Meski demikian, dia mengimbau bagi para pengecer daftar ke Merchant Apps Pangkalan supaya bisa menjual LPG 3 Kg sesuai aturan.
Nantinya, setiap pengecer yang sudah berganti nama menjadi sub pengecer akan dibekali dengan aplikasi Merchant Apps Pangkalan.
"Caranya mudah sekali, syaratnya juga sudah ditetapkan. Secara teknis kami mengikuti petunjuk kementerian ESDM," katanya.
Presiden RI, Prabowo Subianto menginstruksikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 Kg. Kebijakan itu diambil setelah masyarakat merasa dirugikan dengan kebijakan baru yang melarang penjualan gas di kelas eceran. (Benni Indo)
Pengecer LPG Kota Batu Kembali Berjualan Usai Daftar jadi Sub Pangkalan, Kiriman Tak Tentu |
![]() |
---|
Tak Ada Lagi Antrian LPG 3 Kilogram di Kota Batu, Warga Lega Pasca Presiden Batalkan Kebijakan |
![]() |
---|
Pelaku UMKM di Kota Malang Tegaskan Rela Harga LPG 3 Kg Naik Sedikit Asalkan Mudah Didapat |
![]() |
---|
'Pecat Bahlil' Unek-unek Buruh Semprot Menteri ESDM Buat Aturan LPG 3 Kg Ngawur, Presiden Turun Lagi |
![]() |
---|
UPDATE Harga LPG 3 Kg di Pengecer dan Pangkalan, Tanpa Subsidi Rp 42.750 Aslinya Rp 12.750 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.