Wahyu Hidayat Mengaku Tidak Ada Perayaan Akbar Setelah Dilantik Jadi Wali Kota Malang

Wahyu Hidayat bersama Ali Muthohirin akan dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
WALI KOTA TERPILIH - Wali Kota Malang terpilih, Wahyu Hidayat (kanan), menerima ucapan selama dari para undangan saat Rapat Paripurna Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Terpilih 2025-2030 di ruang raat paripurna DPRD Kota Malang, Senin (10/2/2025). Hasil Pilkada 2024, DRPD Kota Malang menetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang terpilih periode 2025-2030 yakni Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang terpilih, Wahyu Hidayat, mengatakan belum merencanakan perhelatan pesta akbar pasca dirinya dilantik sebagai Wali Kota definitif nanti.

Wahyu Hidayat bersama Ali Muthohirin akan dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

Sehari setelahnya, pada 21 Februari 2025, ia akan mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah.

Nampaknya, Wahyu hanya akan menghadiri undangan dari warga yang menurut pengakuannya sudah ada yang masuk.

Ditemui pekan ini, Wahyu mengatakan bahwa dirinya belum memiliki rencana menyelenggarakan acara besar atau pawai setelah dilantik sebagai Wali Kota Malang.

"Saya belum memikirkan itu. Saya ingin bekerja dan merealisasikan janji-janji politik."

"Saya juga sudah mendapatkan undangan dari warga, kalau sebelumnya saya mengundang mereka, kali ini saya yang diundang," ujarnya.

Tidak ada acara yang spesial seperti arak-arakan atau konvoi setelah pelantikan.

Wahyu mengatakan kalau semuanya berjalan sederhana saja setelah pelantikan.

"Tidak ada konvoi atau perayaan," ujarnya.

Wahyu menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Malang yang telah memilihnya.

Ia mengatakan, sudah tidak ada lagi perpecahan. Ia akan fokus bekerja untuk masyarakat Kota Malang.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Kota Malang, Wahyu mengatakan bahwa demokrasi bukan tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana bersama-sama membangun Kota Malang.

"Pada proses demokrasi kita punya perbedaan pilihan dan pandangan, tapi itu bukan halangan untuk bersatu. Itu harus membuat kita saling merangkul untuk kesejahteraan warga," ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan. Masyarakat Kota Malang harus saling memastikan kota ini nyaman untuk semua.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved