Kritik Kunker DPRD Kabupaten Malang yang Padat Saat Efisiensi, LIRA Desak Pangkas Anggaran Dewan

Aktivitas terbang ke luar provinsi tiap minggu yang dilakukan para anggota dewan itu bertolak belakang dengan program efisiensi pemerintah

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
KOLASE -SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq/Sylvianita W
KRITIK KUNKER DPRD KABUPATEN MALANG - Gubernur LIRA Jatim, M Zuhdy Ahmadi dan Prof Anang Sujoko, S.Sos, MSi, D.Com, pakar ilmu komunikasi dan analis politik dari UB. Dua sosok ini menyampaikan pandangannya terkait aktivitas Kunker anggota DPRD Kabupaten Malang yang dinilai berlebihan dan tak sesuai dengan semangat efisiensi anggaran yang didengungkan pemerintah saat ini 

Informasinya, Sabtu (22/2/2025) ini, komisi I dan Komisi IV, Kunker ke Bekasi, yang baru dikunjungi empat hari lalu. 

Sedang, dua komisi lainnya, ke Bantul, dan Balikpapan.

Malah, komisi III, yang diketuai Tantri Bararoh, anggota dewan dari PDIP itu sepertinya menggunakan aji mumpung. Mumpung di Kaltim, mereka sempatkan plesir ke IKN. 

"Semua anggota se-Indonesia hampir sama, ya Kunker seperti ini. Itu karena kami ini nggak berani main-main proyek, sehingga mencari uang halal, dengan cara seperti ini (Kunker)," ujar anggota dewan senior.

Sementara, Prof Anang Sujoko, S.Sos, MSi, D.Com, pakar ilmu komunikasi dan analis politik dari UB mengatakan, studi banding itu bagus karena bisa buka jaringan. 

Namun, di awal baru menjabat saat ini, itu belum urgensi, apalagi Presiden Prabowo juga lagi menggagas pemangkasan anggaran, sehingga bisa ditunda dulu.

Justru, lulusan Communication University of South Australia ini menyarankan, agar mereka (anggota Dewan) itu menunjukkan jati dirinya. Yakni, sebagai penjelmaan rakyat, yang harus 'menyatu' dengannya. 

"Biar bisa memetakan dan mengidentifikasi masalah rakyat, ya harus mendekat ke rakyat. Begitu potensi itu ditemukan, harus digali, untuk direkomendasikan ke bupati, sehingga bisa dengan cepat di-creat, untuk mempercepat kesejahteraan rakyat," pungkas Dekan FISIP Universitas Brawijaya, Malang ini.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved