Hikmah Ramadan
Nilai Pengorbanan dalam Mematuhi Aturan Industri Halal
Allah memperingatkan bahwa harta yang tidak disedekahkan selama di dunia tidak akan bermanfaat setelah kematian.
Kewajiban ini menunjukkan bahwa harta yang dimiliki bukanlah semata-mata milik pribadi, melainkan terdapat hak orang lain di dalamnya.
Dengan bersedekah, manusia tidak hanya mendapatkan pahala di dunia dan akhirat, tetapi juga melatih diri untuk tidak bersikap kikir dan lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.
Dengan kata lain, bila ditelaah secara menyeluruh akan kehidupan manusia rasanya memang diarahkan untuk senantiasa diarahkan kepada melakukan pengorbanan, baik kepada manusia lainnya, maupun kepada Tuhannya.
Manusia diwajibkan untuk melakukan pengorbanan terhadap agamanya sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Allah.
Pengorbanan ini dilakukan secara bertahap sejak manusia dilahirkan hingga menjalani kehidupan dewasa. Pengorbanan tersebut meliputi aspek fisik maupun rohani, yang menjadi bentuk ibadah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sejak awal kelahiran, manusia sudah diminta untuk melakukan pengorbanan melalui kewajiban ber-aqiqah.
Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW.
"Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Aqiqah merupakan bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua sebagai wujud syukur atas anugerah kelahiran anak sekaligus bentuk permohonan keberkahan kepada Allah SWT.
Setelah anak tumbuh, manusia diwajibkan melakukan pengorbanan fisik berupa khitan (sunat). Khitan merupakan syariat yang diwajibkan bagi laki-laki dan dianjurkan bagi perempuan.
Pengorbanan ini bertujuan menjaga kebersihan, kesehatan, dan ketaatan terhadap syariat Islam. Rasulullah SAW bersabda:
"Fitrah itu ada lima: Khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memendekkan kumis." (HR. Bukhari dan Muslim);
Khitan menunjukkan bentuk ketaatan dalam menjaga kebersihan tubuh sebagai bagian dari keimanan.
Pengorbanan selanjutnya adalah pengorbanan rohani yang diwujudkan melalui ibadah puasa seperti yang manusia lakukan pada bulan ini.
Puasa merupakan bentuk pengendalian diri dari hawa nafsu, lapar, dan dahaga dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.