Polisi Gerebek Home Industri Minyak Goreng Ilegal di Mojokerto, Ditemukan 8 Ribu Liter di Tandon

Tersangka beli minyak curah 18 ribu per KG dari PT Mega Surya Mas di Sidoarjo. Kemudian, tersangka mengemas minyak goreng curah di wadah botol plastik

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANg.COM/M Romadoni
MINYAK GORENG ILEGAL: Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menunjukkan barang bukti botol kemasan minyak goreng ilegal yang diproduksi dan diedarkan secara ilegal. Home Industri Minyak Goreng Ilegal Digerebek. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Polisi menggerebek home industri minyak goreng ilegal di Dusun Medowo, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Jatim.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan tersangka NS alias Nur Suhadi (38) beserta barang bukti sebanyak 966 botol kemasan minyak goreng ilegal atau tanpa izin edar.

Polisi juga mendapati 8.000 liter minyak goreng dalam 4 wadah tandon di TKP.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan kasus minyak goreng dalam kemasan ilegal ini terbongkar dari informasi masyarakat, yang mendapati adanya aktivitas pengemasan minyak goreng di Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi.

"Tersangka NS kita amankan di rumah yang bersangkutan, beserta barang bukti botol kemasan berisi minyak goreng tanpa lebel dan izin edar dari BPOM serta SNI," ujar AKP Siko saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (18/3/2025).

Ia mengungkapkan, modus tersangka adalah mengemas minyak goreng curah dalam wadah botol plastik dan diedarkan tanpa izin atau ilegal.

Tersangka menggunakan Pikap Daihatsu Grandmax S 8127 SD warna hitam, untuk memuat dua tandon minyak curah dengan total 1.800 KG yang diorder dari PT Mega Surya Mas di Sidoarjo. 

Kemudian, minyak curah itu ditampung dalam wadah empat tandon masing-masing ukuran 1.000 liter, lalu dibawa ke rumahnya untuk diproduksi menjadi minyak goreng kemasan botol.

"Tersangka membeli minyak curah 18 ribu per KG dari PT Mega Surya Mas di Sidoarjo. Kemudian, tersangka mengemas minyak goreng curah di wadah botol plastik tersebut," bebernya.

Menurut AKP Siko, tersangka seorang diri memproduksi minyak goreng ilegal di rumahnya.

Dia menggunakan mesin pompa dan selang untuk memindahkan minyak goreng curah dari atas mobil ke dalam tandon.

Minyak goreng dalam tandon tandon besar itu dipasang pipa, kran dan corong untuk mengisi botol plastik.

Ada tiga kemasan botol plastik yakni, ukuran 500 Ml, 750 Ml, 820 Ml dan, 1500 Ml.

"Hasil produksi minyak goreng kemasan botol tanpa izin, oleh tersangka dijual ke toko-toko di wilayah Kemlagi dan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto," kata Kasat Reskrim.

Polisi menyita barang bukti berupa, 564 botol kemasan minyak goreng ukuran 750 Ml, 94 botol berisi minyak goreng ukuran 500 Ml, 40 botol 820 Ml dan sebanyak 176 botol minyak goreng ukuran 1.500 Ml.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved