Hikmah Ramadan
Nantikan Aku di Pintu Sorga
Apa tanda suami ridha? Suami merasa membutuhkan kehadiran sang istri. Sang istri menyejukkan hati. Jika istri tidak ada, suami merasa kehilangan.
Banyak bapak dan ibu tidak mau diajak pindah ke rumah anaknya meskipun rumah anaknya jauh lebih baik dan asri.
Dia lebih memilih hidup dirumahnya sendiri yang mungkin tidak sebagus rumah anaknya.
Namun di rumahnya sendiri itu penuh dengan kenangan berharga yang tidak ternilai.
Dinding tembok rumah itu seakan bicara sebagai saksi ketika mereka berdua dengan susah payah membangunnya.
Dan alangkah bahagianya ketika rumah itu telah terwujud. Mereka tidak lagi kontrak rumah.
Anak-anaknya yang masih kecil bisa berlarian bebas di lantai sederhana. Tetapi mereka belarian dengan luluasa.
Rumah yang dulu tidak terbayangkan akan bisa diwujudkan.
Kamar mandi, kamar tidur, dapur dan semua bagian rumah itu menjadi saksi suka duka hidup berdua.
Berkeringat bersama mewujudkan impian. Itulah yang tidak didapatkan jika mereka pindah kerumah anaknya.
Maka kenangan yang indah itu tidak ingin terputus dengan kematian.
Mereka ingin kemesraan itu berlanjut di sorga.
Pertanyaan besar, bisakah mereka berjumpa kelak di akhirat? Bisakah mereka kembali berbahagia bersama?
Soal sorga, soal akhirat adalah soal iman kepada yang ghaib.
Tidak ada orang yang tahu dan bisa bercerita.
Satu-satunya rujukan adalah al Quran dan penjelasan Rasulullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Drs-KH-Nurcholis-Huda-MSi.jpg)