Respons Prabowo Tindakan Kasar Aparat di Demonstrasi, Jawab Ketakutan UU TNI: Tak Ada Dwifungsi ABRI

Respons Prabowo tindakan kasar aparat dalam demonstrasi, jawab ketakutan rakyat soal UU TNI: tak akan ada dwifungsi ABRI!

|
Instagram @ presidenrepublikindonesia/SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
WAWANCARA PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna (KANAN) Jumat (21/3/2025). Demo menolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (24/3/2025). Aksi ini berlanjut hingga malam. Para demonstran berhasil didorong mundur sejauh 1,5 km dari depan Gedung Negara Grahadi hingga depan Plaza Surabaya, Jalan Pemuda, Surabaya. Kini Prabowo buka suara soal penolakan UU TNI hingga tindakan kasar aparat. 

SURYAMALANG.COM, - Respons Presiden Prabowo Subianto terhadap tindakan kasar aparat dalam demonstrasi hingga ketakutan rakyat soal Undang Undang (UU) TNI terungkap. 

Presiden Prabowo mengurai tujuan inti dari UU TNI hingga memastikan tidak akan ada dwifungsi ABRI.

Semua terjwab pada pertemuan presiden dengan 7 jurnalis di Hambalang, Minggu (6/4/2025).

Dalam kesempatan itu Prabowo merespons tindakan kasar aparat atau abusive yang kadang terjadi selama demonstrasi memang sulit dihindari. 

Baca juga: Siapa Abu Janda Viral Disebut Jadi Komisaris PT Jasamarga? Mantan Timses Joko Widodo dan Prabowo

Hal ini bisa dimaklumi mengingat penegak hukum sering kali mendapat perlakuan yang tidak layak dari demonstran, seperti lemparan benda yang berisi kotoran manusia.

Prabowo pun menegaskan tidak ada niat dari pemerintah untuk menekan atau membungkam suara rakyat, karena mereka bekerja untuk kepentingan masyarakat.

"Jadi, saya paham dan saya tahu, setiap institusi ada yang tidak beres organisasi yang besar pasti ada, namanya manusia" tukas Prabowo saat diskusi bersama media melansir Tribunnews.com.

"Namanya kadang kadang anak muda, emosi, panas, tapi enggak ada niat pemerintah untuk menekan. Untuk apa kita mau bekerja, untuk rakyat," tukas Prabowo.

Tak Ada Dwifungsi ABRI

Menjawab pertanyaan dari dari Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, seputar urgensi RUU TNI dipercepat, pada pertemuan dengan 7 jurnalis, Prabowo memberi kejelasan. 

Prabowo tegas, tak akan ada dwifungsi ABRI atau militerisme imbas dari urgensi percepatan RUU TNI.

Menurut Prabowo, percepatan RUU TNI pada intinya hanya untuk memperpanjang usia pensiun perwira tinggi TNI.

"RUU TNI dipercepat karena kita mengalami suatu fenomena dalam beberapa tahun itu, Panglima TNI satu tahun ganti, KASAD satu tahun ganti kan usianya habis, waktu dia untuk kariernya begitu akan dipakai usianya habis" jelasnya dikutip dari YouTube KompasTV.

"Di mana kita bisa punya suatu organisasi yang pemimpinnya berganti tiap tahun? jadi saya mohon kalau bisa inti daripada RUU TNI ini sebetulnya hanya memperpanjang usia pensiun beberapa perwira tinggi," lanjutnya. 

"Enggak ada niat TNI mau dwifungsi lagi, come on, nonsense itu, tidak ada niat itu saya katakan" kata Prabowo.

Baca juga: Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Banyuwangi Lakukan Panen Raya Padi Serentak

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved