'Sangat Berbahaya' Dedi Mulyadi Pernah Lihat Tambang Gunung Kuda Cirebon, 14 Orang Tewas, Longsor

'Sangat berbahaya' Dedi Mulyadi pernah lihat langsung tambang Gunung Kuda Cirebon, 14 orang tewas akibat longsor, ini identitas korban.

|
Instagram @dedimulyadi71/@Dok BNPB
LONGSOR GUNUNG KUDA - Dokumentasi lama Dedi Mulyadi pada 7 Oktober 2021 (KIRI) sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pernah melihat langsung tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat sebelum longsor terjadi pada Jumat (30/5/2025) sekira pukul 11.30 WIB. Evakuasi korban longsor tambang galian C Gunung Kuda Cirebon, 30 Mei 2025 (KANAN). 

SURYAMALANG.COM, - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku pernah melihat langsung tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat sebelum longsor terjadi pada Jumat (30/5/2025) sekira pukul 11.30 WIB.

Longsor di galian Gunung Kuda itu menewaskan 14 orang pekerja dan hingga kini pencarian korban masih terus dilakukan. 

Dedi Mulyadi yang pernah mendatangi lokasi galian sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat mengakui tempat tersebut memang berbahaya. 

Selain itu juga tidak memenuhi standarisasi keamanan bagi para pegawai.

Baca juga: Nasib Akhir Suporter Persikas Ditangkap Imbas Deddy Mulyadi Ngamuk, Polisi Dianggap Sewenang-wenang

Dalam video unggahannya di akun Instagram pada Jumat (30/5/2025), Dedi Mulyadi mengaku kala itu tidak bisa berbuat banyak, sebab tidak memiliki kuasa apapun.

"Berapa waktu yang lalu saat saya sebelum menjadi gubernur saya pernah datang ke penambangan Galian C Gunung Kuda Desa Dukupuntang Kabupaten Cirebon" kata Dedi Mulyadi

"Saya melihat penambangan galian C itu sangat berbahaya tidak memenuhi unsur standarisasi keamanan bagi para pegawainya," lanjutnya melalui akun @dedimulyadi71.

Dedi Mulyadi semakin sulit bertindak sebab lokasi galian C telah memiliki izin hingga Oktober 2025, membuatnya tidak punya kapasitas apapun untuk menghentikan kegiatan penambangan.

Baca juga: Penyebab Dedi Mulyadi Viral Ngamuk Sebut Suporter Persikas Gak Punya Otak, 21 Orang Ditahan Polisi

"Tetapi karena sudah berizin dan izinnya berlangsung sampai bulan Oktober 2025 dan waktu itu saya tidak punya kapasitas apapun untuk menghentikan" jelas Dedi Mulyadi.

"Maka penambangan tersebut terus berlangsung," ungkapnya. 

Akan Ditutup

Terpisah, setelah insiden longsor tersebut, Dedi Mulyadi berencana menutup tambang galian C tersebut.

"Karena terjadi peristiwa kecelakaan yang terjadi pada saat ini, maka saya memutuskan untuk menutup galian C tersebut secara permanen dan galian-galian yang ada di sekitarnya" ujarnya mengutip YouTube metrotvnews pada Jumat (30/5/2025) sore

"Bukan hanya (menutup) perusahaan yang mengalami longsor saja," lanjutnya.

Baca juga: Teori Rocky Gerung, Dedi Mulyadi Bisa Jadi Mulyono Jilid II, Balasan Gubernur Jabar Singkat Padat

Dedi Mulyadi menuturkan, penutupan tersebut akan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) yang bakal ditandatangani olehnya.

Dedi Mulyadi menjelaskan, ada empat perusahaan yang melakukan aktivitas tambang di lokasi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved