Dugaan Temuan Struktur Candi Ditemukan di Landungsari Kabupaten Malang

Letak ditemukannya bangunan batu bata lama tidak jauh dari pusat kota.  Bangunan itu berada tepat di atas pohon nangka dan dekat dengan kali Metro

Penulis: Purwanto | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
STRUKTUR CANDI - Sejumlah warga dan anggota PPBI (Pelestari Purbakala dan Budaya Indonesia) Kota Malang saat berada di temuan struktur bangunan candi di Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (9/6/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Temuan sebuah bangunan diduga struktur candi di lahan pertanian milik desa di Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (8/6/2025). 

PPBI (Pelestari Purbakala dan Budaya Indonesia) Kota Malang bersama warga menceritakan awal mula menemukan susunan batu bata lama karena terperosok di area tersebut. 

Anggota PPBI Kota Malang, Aulia Akbar menjelaskan jika tempat tersebut sejak dahulu sudah banyak temuan seperti gerabah dan juga batu bata lama. 

"Memang di sini dulu banyak sekali ditemukan batu bata lama hingga batuan andesit sebelum ditemukannya struktur bangunan mirip candi," terang Aulia, Senin (9/6/2025). 

Pihaknya menambahkan jika awalnya dirinya dan sejumlah warga terperosok diarea tersebut, saat akan naik warga kaki warga tertahan batu bata. 

"Jadi awalnya kami bersih-bersih di area sini lalu terperosok disekitar sini, lalu kita mendirikan tenda di sini. Saat akan menancapkan tiang tenda kok ada yang mengganjal dibawah akhirnya karena penasaran dan menemukan batu bata lama mirip bangunan candi," terang Yayak sapaan akrab Aulia Akbar kepada SURYAMALANG.COM.

"Saat itu kita lanjutkan hari Minggu (8/6/2025) kemarin sama perangkat desa dan warga kita gali dan bersihkan. Ternyata ada bangunan seperti candi," tambahnya. 

Dirinya menuturkan jika pihaknya tidak berani membersihkan semuanya dan menunggu dari pihak terkait. 

"Kami tidak berani, kita sudah lapor ke pihak terkait, karena PPBI hanya merawat dan mengamankan serta membersihkan," terangnya. 

Pihaknya menambahkan selain batu bata juga ditemukan batuan andesit disekitar lokasi. 

"Juga ditemukan batuan andesit disekitar sini, ada di dekat aliran air pertanian milik warga, lalu dipindahkan di sini," tambahnya. 

Yayak menduga jika temuan batu bata itu masuk situs Wurandungan. 

"Kami menduga ini masih masuk prasasti Wurandungan. Saat era Medang seperti di Nganjuk menurut literasi kami," jelasnya. 

"Jadi di sini tempat bangunan utama untuk menata sebuah wilayah seperti Ngawonggo, Walandit, Palawijen bermusyawarahnya disini," tambahnya. 

Sementara itu salah satu warga yakni Eko Suryadi menjelaskan jika tempat tersebut banyak digunakan warga untuk ritual. 

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved