Nur Masruro Minta Tolong Agar Anaknya yang Putus Sekolah Dibantu, Pemkot Malang Butuh Strategi

Wali Kota Malang: ATS bukan sekadar angka dalam statistik, akan tetapi tantangan nyata yang memerlukan solusi sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
FOTO DOK. SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ATS - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah), didampingi Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dan juru bicara Pansus PDRD, Indra Permana (kiri) memberikan keterangan pers setelah pelaksanaan paripurna, Rabu (11/6/2025). Pemkot Malang akan terus mengentaskan ATS melalui sejumlah program di masyarakat. 

SURYAMALANG.COM, MALANG -  Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Malang masih lebih dari 3 ribuan anak.

Faktor ekonomi masih jadi faktor utama ATS, dan menariknya tidak semua warga miskin di kota Malang bisa mendapatkan oinformasi terkait sekolah gratis untk membantu mereka.

Nur Masruro, misalnya, ia berharap anaknya yang putus sekolah bisa dibantu untuk kembali bersekolah, tapi ia tak tau meminta bantuan ke siapa.

Nur Masruro yang merupakan warga Kota Malang yang bercerita anaknya putus sekolah karena kondisi ekonomi. Putranya putus sekolah pada kelas 4. Saat ini, putra keduanya itu belum bisa melanjutkan pendidikan.

"Karena kondisi ekonomi, saya belum bisa melanjutkan pendidikan anak saya," ujarnya.

Masruro tinggal di rumah kontrakan. Ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Saat ini, ia tinggal di Kelurahan Bunulrejo.

Ia mengaku tidak tahu bagaimana caranya mengakses pendidikan gratis di Kota Malang.

Ia berharap, pemerintah bisa menjangkaunya karena anaknya butuh pendidikan.

"Saya mau dibantu, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Semoga ada jalan solusi," ujarnya

Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Sebagai Dasar Penyusunan Dokumen Perencanaan Satuan Pendidikan. Agenda tersebut memetakan isu penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) bukan sekadar angka dalam statistik, akan tetapi tantangan nyata yang memerlukan solusi sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

"Tentu saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya identifikasi, pendampingan, dan reintegrasi anak-anak ATS ke dalam sistem pendidikan. Hasil-hasil yang didiseminasikan bukan hanya sebuah catatan administratif, melainkan cermin dari semangat kolaboratif serta gotong royong seluruh satuan pendidikan dalam mewujudkan keadilan pendidikan" ujar Wahyu. 

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, masih ada 3.250 anak tidak sekolah yang harus tuntaskan.

Data tersebut telah mengalami penurunan sebesar 41 persen dibanding pada tahun 2024.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved