Kronologi Guru Sekolah Elite di Bekasi Resign Massal Diperlakukan Bak ART, Tutup, Murid Bingung
Kronologi guru sekolah di elite Bekasi resign massal merasa diperlakukan bak ART, murid bingung, orang tua kesal.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Sebuah sekolah elite swasta di kawasan Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi tengah menjadi sorotan.
Para guru yang mengajar di sekolah tersebut resign atau berhenti kerja massal karena merasa diperlakukan bak Asisten Rumah Tangga (ART) oleh kepala yayasan.
Gara-gara tidak ada guru yang mengajar, sekolah pun tutup dan murid menjadi korbannya.
Para orang tua murid mengaku kecewa sebab sekolah tersebut tidak mengirim pemberitahuan apapun sehingga siswa tetap datang seperti biasa ke sekolah.
Baca juga: Libur Sekolah Tiba, Gramedia Tawarkan Promo Menarik Bertajuk School Holiday
Dari pengakuan sejumlah guru, pihaknya melakukan resign massal karena sudah tidak tahan.
Alih-alih diperlakukan sebagai pengajar profesional, para guru justru diminta melakukan pekerjaan di luar tugas mereka yang tidak ada sangkut pautnya dengan belajar-mengajar.
Seorang guru, Salsabila Syafwani mengatakan resign massal yang dilakukan oleh jajaran seprofesinya sudah berlangsung sejak Jumat (13/6/2025).
Hal ini buntut para guru yang mengajar di sekolah tersebut diduga diperlakukan bak Asisten Rumah Tangga (ART).
Bahkan perlakuan kepala sekolah yang juga sekaligus kepala yayasan membuat para pengajar mengelus dada.
"Kami mengajar terakhir itu hari Jumat (13/6/2025) masuk, tapi harusnya di minggu ini, tapi karena ada kejadian tersebut (Dugaan sekolah bermasalah) jadinya stop di hari Jumat," kata Salsabila, Senin (16/6/2025).
Baca juga: Kondisi Memprihatinkan SDN Pajaran III Kabupaten Malang, Siswa Belajar dalam Ancaman Sekolah Ambruk
Salsabila menjelaskan resign massal yang dilakukan tujuh orang guru itu dibuktikan dengan lembaran kertas yang ditandatangani di atas materai oleh seluruh guru dan kepala yayasan sekaligus diduga menjabat kepala sekolah.
Setelah resign massal itu dilakukan, pihak guru mengaku sudah tidak berkomunikasi sedikitpun dengan kepala yayasan
"Sejujurnya dari per Juni itu kami sudah lost contact, tepatnya 13 Juni itu lost contact dalam artinya memang tidak mau komunikasi saja," jelasnya.
Salsabila menuturkan informasi resign massal pihaknya rupanya tidak diberitahu oleh kepala yayasan kepada seluruh orang tua murid.
Bahkan pihak guru tidak lagi bisa atau diperkenankan berkomunikasi oleh kepala yayasan kepada orang tua murid melalui akun email sekolah yang sebelumnya kerap difungsikan untuk wadah komunikasnya.
Bukti Pelanggaran di Kafe Nenek Endang Klaten Putar Liga Inggris, Vidio Tegas Denda Rp115 Juta |
![]() |
---|
Terlihat Sejak Awal Azizah Salsha Ngaku Tak Mau Nikah Muda Anti Diatur-atur Ayah Bantah Perjodohan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025, Hujan-Berawan Dingin 16-17°C |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
WEJANGAN Andre Rosiade ke Pratama Arhan Sebelum Sang Mantu Gugat Cerai Azizah Salsha |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.