DLH Kota Malang Beri Stiker Sakti untuk Warga Bandulan, Biar Bisa Buang Sampah ke TPA Supit Urang
DLH Kota Malang Beri Stiker Sakti untuk Warga Bandulan, Biar Bisa Buang Sampah ke TPA Supit Urang
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Solusi yang ditawarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dengan akan memberikan stiker sakti untuk warga Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, akibat tak bisa membuang sampah ke TPA Supit Urang, cukup bagus.
Sebab, jika tak punya stiker sakti dari DLH, sampai kapan pun, warga Bandulan tak akan bisa membuang sampahnya meskipun terdampak bau badek dari TPA yang akan menghasilkan PAD Rp 40 miliar tahun 2026 nanti itu.
"Dari sekian solusi yang kami tawarkan tadi, nggak ada diterima karena dianggap masih ribet."
"Ya sudah, kami beri stiker saja, agar ditempel di mobil sampah milik warga Bandulan biar bisa membuang sampahnya langsung ke TPA," ujar Raymond Matondang, Sekdin DLH, saat berdialog dengan warga Bandulan RT 07 itu.
Baca juga: DLH Kota Malang Panik Usai Warga Bandulan Ancam Buang Sampah ke Balai Kota, Truk Sampah Diterjunkan
Solusi Raymond itu direspons baik oleh warga, termasuk Hadi Suparno, Ketua RT 07. Menurut Hadi, selama ini mobil sampah yang dibayar warga untuk membuang sampah ke TPA tak bisa masuk karena ditolak.
Alasannya, tak ada stiker sakti, sehingga disarankan untuk dibuang ke TPA sementara dengan bayar Rp 75 ribu per pikup.
Itu tak masalah, namun akhir-akhir ini, juga tak bisa sehingga berdampak pada menumpuknya sampah di tempat parkir mobil warga atau di sebelah Pos Kamling.
"Ini berhadapan dengan pintu rumah warga, sehingga banyak warga yang mengeluh karena baunya badek dan membuat pusing warga."
"Belatungnya, merambat ke tembok rumah warga," tegas Hadi, yang bikin Raymond manggut-manggut.
Sementara, menurut Abah Cholik Bobo, tokoh warga yang ikut berdialog dengan Raymond, mengacungi empat jempolnya atas solusi yang ditawarkan Raymond itu.
"Itu solusi jos. Masak, kami yang kena dampaknya, bau badek, nggak bisa membuang sampah ke TPA. Tapi, jika diberi stiker sakti oleh Pak Raymond, itu bagus lah," tegas Abah Bobo.
Memang, Minggu (22/6/2025) pagj itu, warga Bandulan RT 07 kerja bakti untuk membuang sampah yang sudah menggunung di pintu masuk gangnya.
Itu sudah dua pekan tergeletak di sebelah poskampling karena tak bisa dibuang ke TPA seluas 35 hektare (Ha) namun baru terpakai 7 Ha.
Baca juga: Sampah Warga Bandulan Berbelatung Karena Tak Diangkut ke TPA, Pejabat DLH Kota Malang Turun Tangan
Akibatnya, tumpukan sampah dapur itu kian hari kian bikin mual dan pusing karena berbau dan berbelatung.
Kerja bakti warga yang geram atas sampah berbelatung itu divideo dan disebarkan ke grup-grup WA debgan harapan viral sehingga Wali Kota Wahyu Hidayat itu punya kepedulian.
Gubernur Jatim Khofifah Salurkan Bantuan Sosial di Kabupaten Malang Senilai Rp 16,137 Miliar |
![]() |
---|
PSM Makassar Vs Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Ogah Remehkan Tuan Rumah yang Belum Pernah Menang |
![]() |
---|
Kapal Tongkang Terdampar di Pantai Konang Trenggalek, Bupati Mas Ipin Desak Pemulihan Ekosistem |
![]() |
---|
Gubernur Khofifah Tegaskan Tak Ada Pungli di Sekolah Jatim : Transparansi RKAS, BPOPP dan Dana BOS |
![]() |
---|
Ini Kondisi Kebugaran Diego Mauricio Striker Baru Persebaya Jelang Melawan Tuan Rumah PSM Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.