Breaking News

ALASAN Istri Siri Bunuh Suami dengan Potas di Jombang, Sakit Hati dan Tak Tahan Jadi Korban KDRT

ALASAN Istri Siri Bunuh Suami dengan Potas di Jombang, Sakit Hati dan Tak Tahan Jadi Korban KDRT

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Anggit Pujie Widodo
ISTRI BUNUH SUAMI - Konferensi pers kasus istri (pakai masker) bunuh suami di Mapolres Jombang, Kamis (26/6/2025). Tersangka membunuh suami dengan cara diracun dengan potas dan menikam dada menggunakan sebilah pisau. 

Laporan Anggit Pujie Widodo

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Sakit hati dan tak tahan jadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Fauziah Priati Ningsih binti Abdul Raji (47), warga Dusun Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, tega menghabisi nyawa suaminya, Lukman Haqim (44).

Lukman merupakan warga Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Lukman ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Dusun Karangtengah, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Jombang dalam kondisi membusuk.

Mayat Lukman terungkap setelah Fauziah menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah sempat menutupi aksi pembunuhannya hampir 42 hari.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Kamis (26/6/2025), mengatakan motif Fauziah menghabisi nyawa suami sirinya itu lantaran sakit hati karena terus menerus jadi korban KDRT.

Baca juga: 42 Hari Simpan Mayat Suami di Mojoagung Jombang, Istri Siri Rancang Skenario Pembunuhan dengan Potas

"Jadi motif terlapor menghabisi korban, terlapor dengan korban ini sudah menikah siri dari tahun 2014."

"Pada tahun 2019,  antara korban dan terlapor sudah mulai ada kerenggangan rumah tangga, yang mana korban sering melakukan kekerasan terhadap terlapor," ucapnya kepada awak media, termasuk SURYAMALANG.COM.

Margono menjelaskan, jika terlapor sudah sangat sabar melayani korban, namun selalu saja menerima KDRT.

"Sehingga pada saat itu, kejadian 11 Mei 2025 terlapor membeli racun tikus sekaligus membeli potas yang berada di toko pertanian."

"Dan tanggal 14 Mei 2025 terlapor melancarkan aksinya, meracuni korban," katanya.

Dalam pengakuannya, Fauziah merinci seluruh rangkaian aksinya saat membunuh korban di rumah kontrakan di Dusun Karangtengah, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung.

"Pelaku terlebih dahulu memberikan air minum yang telah dicampur potas kepada korban."

"Botol air itu sering digunakan korban untuk minum pada saat pagi hari."

"Pada saat itu, potas yang dibeli sebanyak 7 butir dimasukkan 4 butir ke dalam botol air."

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved