Pembunuhan Brigadir Nurhadi

Alibi Misri Puspitasari Tak Tahu Brigadir Nurhadi Dianiaya, Dokter Forensik Bongkar Cara Pembunuhan

Alibi Misri Puspitasari tidak tahu Brigadir Nurhadi dianiaya, dokter forensik bongkar cara pembunuhan, saat kekerasan di leher korban masih hidup.

Dok. Polda NTB/Instagram @misripuspita11_
POLISI TEWAS - Misri Puspitasari (KANAN) dalam postingan di Instagram pribadinya. Brigadir Muhammad Nurhadi (KIRI) yang tewas karena penganiayaan oleh dua orang atasannya di Mapolda NTB, di Gili Trawangan, Lombok Utara, 16 April 2025. Misri menjelaskan alibinya sampai tidak tahu ada penganiayaan terhadap Nurhadi. 

Yogi yang juga tersangka dalam kasus ini, terbangun untuk membantu mengangkat korban dari kolam dan mencoba memberikan pertolongan pertama. 

Yogi juga menghubungi Ipda Haris untuk membantu menolong anak buahnya itu, dan membawanya ke klinik. 

Dokter Forensik Bongkar Cara Pembunuhan

Pada Kamis (1/5/2025), Tim Biddokes Polda NTB sempat melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam jenazah Brigadir Nurhadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Tindakan itu dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian sang brigadir, yang semula dikabarkan meninggal akibat tenggelam di kolam renang di Vila tempatnya menginap.

"Untuk mengetahui penyebab kematian," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, saat dikonfirmasi pada hari pembongkaran makam.

Menurut keterangan dokter ahli forensik, Arfi Syamsun, hasil autopsi menunjukkan Nurhadi mengalami patah tulang lidah dan leher karena cekikan.

Baca juga: Misri Puspitasari Ngaku Kerasukan Arwah Brigadir Nurhadi, Ceritakan Nama Pelaku dan Cara Pembunuhan

Lalu juga ada luka-luka pada wajah hingga kaki, dan diduga tewas karena ditenggelamkan di dalam kolam.

"Pada saat terjadi kekerasan di daerah leher yang bersangkutan masih hidup, faktanya adalah ada rasapan darah" kata Arfi Syamsun melansir Youtube Kompas TV, Kamis (10/7/2025).

"Kemudian yang bersangkutan ada di air dan itulah kemudian yang menghakhiri hidupnya adanya insipirasi air di dalam napasnya yang bisa mengalir ke otak, ginjal dan seterusnya," jelas Arfi.

1 Jam Krusial

Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat menjelaskan, ada momen krusial yang tidak terekam CCTV di lokasi kejadian.

Momen krusial itu berlangsung antara pukul 20.00 hingga 21.00 WITA. Dalam satu jam itu, tidak ada satu pun rekaman CCTV yang menangkap aktivitas di lokasi.

Penyidik menduga rentang waktu itu menjadi momen krusial terjadinya dugaan pencekikan terhadap Brigadir Nurhadi.

"Sehingga space waktu ini patut diduga tempat terjadinya (pencekikan) seperti yang disampaikan seperti hasil ekshumasi" kata Syarif, Rabu (9/7/2025).

"Karena ada faktor sebelumnya diberikan sesuatu yang seharusnya tidak dikonsumsi tapi dikonsumsi," imbuhnya. 

Baca juga: Gerak-gerik Ipda Haris Sebelum Brigadir Nurhadi Tewas, Misri Puspitasari: 2 Kali ke Vila Celingukan

Sampai saat ini, penyidik juga belum mendapatkan pengakuan dari para tersangka terkait kematian Brigadir Nurhadi.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved