Kota Malang

Menelusuri Jejak Keberadaan Kuil Jepang di Kota Malang, Dulu Berdiri di lokasi TMP Untung Suropati

Pemerhati sejarah Kota Malang, Agung Buana mengatakan, jejak sejarah keberadaan kuil di Kota Malang itu terungkap di tahun 2018.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/AGUNG BUANA
KUIL CHIANG NAN - Dokumentasi foto satu-satunya yang menjadi bukti keberadaan adanya kuil Jepang di Kota Malang. Keberadaan kuil Chiang Nan itu sudah tidak dapat ditemui, karena sudah musnah dibumihanguskan pada periode September 1945. 

Informasi itu juga diperkuat dari seorang nenek yang menjadi sesepuh dan tinggal di Jalan Mayjen Panjaitan atau tak jauh dari kawasan TMP Untung Suropati.

Menurut nenek tersebut, kuil itu terletak tak jauh dari tempatnya tinggal dan pernah berkembang cerita untuk menakuti anak kecil yang nakal.

"Di dalam cerita itu, apabila ada anak kecil yang nakal maka akan ditakut-takuti diancam dibawa ke jinja atau kuil. Apabila diperhatikan, lokasi TMP itu memanjang dari timur ke barat dan sesuai dengan penempatan kuil yang juga menghadap ke arah timur atau ke arah matahari terbit sebagai bentuk memuja Dewi Matahari Amaterasu," terangnya.

Agung Buana mengaku, keberadaan kuil itu sangat suci dan dijaga ketat oleh tentara Jepang. Sehingga, warga pribumi tidak boleh melintas di area kuil.

"Apabila terpaksa melewati, maka warga harus menunduk dan tidak boleh mendongak. Kalau mendongak, maka akan dipukul memakai tongkat kayu, sehingga warga pun ketakutan. Saking menakutkannya, sehingga disampaikan secara turun temurun dan akhirnya menjadi suatu cerita lokal seperti yang disampaikan oleh sesepuh nenek tersebut," jelasnya.

Namun sayang, sisa-sisa keberadaan kuil Chiang Nan sudah tidak dapat ditemui.

Pasalnya, kuil itu telah dibumihanguskan oleh warga Malang pada periode September 1945.

"Tepatnya sekitar periode September 1945, kuil itu dibakar oleh rakyat Malang setelah sebelumnya melucuti dan merampas senjata tentara Jepang. Tentu kenapa bisa langsung habis terbakar, karena 95 persen material kuil terbuat dari kayu dan kayunya itu berasal dari Bojonegoro," tandasnya.

 

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved