Kabupaten Malang
Setelah Tumpang dan Bantur, Lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang Bakal Bertambah di Turen
Lahan di Kecamatan Turen Kabupaten Malang Dinilai Ideal untuk Sekolah Rakyat, Ditinjau Plt Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP)
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Calon lokasi Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Malang kian bertambah.
Sebelumnya Pemkab Malang mengusulkan dua lahan untuk SR di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang dan Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, kini bertambah di Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen.
Hari ini Rabu (27/8/2025), Plt Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Mayjend TNI (Purn) Harianto melakukan peninjauan di tiga titik lokasi calon SR permanen didampingi oleh unsur perangkat daerah Kabupaten Malang.
Titik pertama yang ditinjau yaitu di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, kemudian titik kedua di Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, yang terakhir di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
"Penentuan titik lokasi ini penting karena nanti SR itu bagian dari ekosistem."
"Kalau dari dua ini termasuk kemarin saya sudah ninjau ke Srigonco nanti datang dengan tim dari Jakarta," kata Harianto saat ditemui SURYAMALANG di lokasi SR Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen.
Baca juga: Warga Kabupaten Malang Aman, Bupati Sanusi dan Ketua Pansus, Zulham, Jamin Tak Ada Kenaikan Pajak
Dari tiga titik lokasi Sekolah Rakyat permanen, Harianto menilai bahwa lokasi yang ada di Desa Sedayu ini cukup ideal karena ekosistem sudah terbentuk, kemudian dekat dengan fasilitas umum serta kesehatan, dan dekat dengan jalan raya.
Selanjutnya lokasi yang ditentukan juga harus menunjang proses pembelajaran siswa yang telah disesuaikan dengan zaman sekarang. Seperti lokasi sudah terjangkau oleh jangkauan internet.
"Kalau dulu kan nulis, sekarang pakai laptop. Berarti kan harus ada jaringan internet, kesehatan, lingkungan. Itu menurut saya yang nanti akan kita bangun. Jadi kalau tempat terlalu jauh dan sebagainya, belum nanti aksesnya," bebernya.
Kendati lokasi calon SR permanen di Kecamatan Turen dinilai ideal, namun pihaknya perlu melakukan evaluasi dan dipelajari bersama dengan Pemkab Malang. Sebab harus ada satu lokasi yang siap untuk dibangun SR permanen.
Setelah dilakukan persetujuan lokasi SR, selanjutnya proses pembangunan fisik direncanakan bisa berjalan pada September 2025. Sekolah diharapkan mulai melakukan pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli 2026.
"Sekaran kan masih dititipkan di BLK Singosari sebanyak 100 siswa sehingga ektika SR permanen telah jadi anak rintisan ini bisa menempati gedung baru," tuturnya.
Baca juga: Serapan Beras SPHP di Jawa Timur Terealisasi 6,17 Persen, Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah
Sekolah yang dilengkapi dengan asrama ini juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga, laboratorium, serta akan didirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menambahkan bahwa berdasarkan arahan dari KSP bahwa calon lokasi SR di Desa Srigonco, Kecamatan Turen perlu direview kembali.
"Karena jika melihat kemiringan tanahnya ditu 40 derajat.Namun mana yang akan dibangun itu kami serahkan ke Kementerian Sosial dan Kementerian PU sebagai yang memberikan pertimbangan teknis," imbuhnya.
DPKPCK Kabupaten Malang Bangun Jalan Permukiman di 59 Titik Permudah Akses Warga |
![]() |
---|
Gubernur Jatim Khofifah Salurkan Bantuan Sosial di Kabupaten Malang Senilai Rp 16,137 Miliar |
![]() |
---|
DPKPCK Kabupaten Malang Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati saat Membeli Perumahan |
![]() |
---|
Warga Kabupaten Malang Aman, Bupati Sanusi dan Ketua Pansus, Zulham, Jamin Tak Ada Kenaikan Pajak |
![]() |
---|
Bupati Malang Sanusi akan Terima 2 Anugerah BAZNAS Award 2025, Ketua Baznas: Bupatinya Kaum Dhuafa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.