"Jadi janganlah cepat kita menuding. Apalagi yang kita bicarakan ini bukan orang yang sembarangan loh ya. Ini profesor yang banyak dikagumi orang dengan idealismenya" tutur Rismon.
"Jangan cepat kita mencibir tanpa mengetahui alasan yang sesungguhnya," ucapnya.
Baca juga: Siap-siap Roy Suryo Cs Digugat Rp1,5 M Tuduh Paiman Raharjo Otak Ijazah Palsu Jokowi, Kapolri Kena
Rismon juga meminta masyarakat agar tetap mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Sofian, meskipun kini pernyataannya ditarik semua.
Kata Rismon, hal-hal seperti yang dirasakan oleh Sofian sudah biasa terjadi di Indonesia, yakni banyak tekanan yang tak terlihat di publik.
Kondisi demikian juga sudah rasakan oleh Rismon beserta pakar telematika Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa yang sejak awal sudah mempersoalkan ijazah Jokowi.
"Masyarakat harus tetap mengapresiasi Profesor Sofian Effendi, karena beginilah Indonesia yang sesungguhnya" katanya.
"Banyak tekanan-tekanan yang sebenarnya tidak muncul di ruang publik tetapi nyata," tegas Rismon.
"Sudah kami rasakan juga ya, saya, Roy Suryo, Dokter Tifa, juga merasakannya. Bukan hanya psikologis tetapi fisik juga gitu, itu kan harga yang harus dibayar juga," ucapnya.
Keluh Kesah Sofian Effendi
Dalam video live streaming yang diunggah YouTube Langkah Update, Rabu (16/7/2025), Sofian Effendi sempat menyebutkan tidak pernah menerbitkan ijazah Jokowi.
Sofian Effendi juga merasa kurang yakin Jokowi menyelesaikan perkuliahan sarjana di UGM sebab IPK-nya sangat rendah sehingga tidak bisa melanjutkan ke jenjang skripsi.
Rektor UGM tahun 2002-2007 itu juga menyebutkan ijazah yang diperlihatkan oleh Jokowi ke publik diduga milik mendiang Hari Mulyono, suami pertama adik dari Jokowi, yakni Idayati.
Namun hitungan jam, Sofian Effendi menganulir semua pernyataannya dan tidak mau ikut campur dalam polemik ijazah Jokowi.
Baca juga: 5 KLARIFIKASI UGM Bantah Ucapan Sofian Effendi Ijazah Jokowi Asli, Rismon Lapor Polisi Berita Bohong
Sofian Effendi mengaku tidak tahu kalau pernyatannya tersebut direkam bahkan memastikan obrolan itu internal bukan untuk disebar kepada publik.
Dalam video tersebut, beberapa kalimat Sofian Effendi dianggap menyentil pimpinan UGM saat ini, Prof. Ova Emilia.
Namun Sofian menampik tudingan tersebut dan menyatakan tidak ingin dibenturkan dengan siapa-pun.