Madiun
Tinjau SPMB 2026 di Madiun dan Gresik, Khofifah Sebut Sistem Baru Bikin Wali Murid Bebas Antre
Khofifah memastikan sistem baru SPMB/PPDB SMA-SMK Negeri di Jatim tahun ini jauh lebih rapi, terukur, dan nyaman lewat sistem verifikasi berjadwal.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Untuk mendukung kelancaran seluruh proses verifikasi, setiap SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur juga telah menyiagakan 10 operator khusus yang bertugas melayani para pendaftar.
"Terima kasih, semuanya ada 10 operator di semua SMA dan SMK Negeri untuk melayani verifikasi ini," tambah Khofifah.
Walaupun demikian, Khofifah tidak memungkiri tim di lapangan masih menemukan kendala minor.
Kendala tersebut berupa adanya ketidaksesuaian antara nilai yang diunggah secara online dengan dokumen fisik atau hardcopy yang dibawa langsung oleh pendaftar.
Baca juga: Lulusan SD Berebut SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri di Kota Batu, Ini Kuotanya
Oleh karena itu, proses verifikasi fisik ini sangat dibutuhkan demi memastikan keakuratan data nilai rapor yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses seleksi.
"Mereka perlu verifikasi dari angka secara online yang diterima dari masing-masing SMP sederajat, kemudian diverifikasi dengan hardcopy-nya. Itu untuk memastikan bahwa nilai tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam hasil rapor per semester," jelasnya.
Melalui sistem antrean berbasis jadwal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, transparan, serta mampu memberikan kepastian layanan bagi seluruh calon peserta didik.
Sistem Baru Juga Sukses di Gresik
Sebelum melakukan peninjauan di Kota Madiun, Khofifah juga telah meninjau langsung pelaksanaan SPMB 2026 di SMK Negeri 1 Cerme, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (3/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memastikan proses pendaftaran tahun ini berjalan lebih tertata dengan mekanisme verifikasi yang terjadwal.
Hasilnya, calon siswa dan wali murid tidak perlu mengantre lama seperti yang kerap terjadi pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Perbedaan signifikan lainnya terletak pada durasi pelaksanaan.
Apabila tahun sebelumnya waktu pendaftaran terasa lebih pendek, SPMB tahun ini sengaja dibuat lebih panjang hingga memakan waktu hampir dua pekan, yakni mulai tanggal 29 Mei sampai 9 Juni 2026.
"Jadi secara sistem, calon siswa sudah bisa terkonfirmasi bahwa mereka bisa melakukan verifikasi pendaftaran di hari apa dan jam berapa, sehingga mereka sudah bisa menghitung estimasi waktunya. Jadi enggak ada nunggu lama-lama gitu," ujar Khofifah.
Baca juga: PGRI Kota Malang Dukung SPMB Transparan, Siap Awasi Internal Guru dan Kepala Sekolah
Lebih lanjut, Khofifah memaparkan, hasil pantauan SPMB di sejumlah sekolah menunjukkan tidak adanya penumpukan antrean saat calon siswa melakukan verifikasi identitas.
Pihak sekolah sudah menentukan waktu pendaftaran dengan baik sehingga layanan verifikasi berjalan jauh lebih teratur.
| Kabel Listrik Putus Tewaskan Pelajar SMK di Jalan Madiun-Surabaya, Dipicu Muatan Tinggi Truk Tebu |
|
|---|
| Tugas Terakhir Suami di Tanah Suci: Jemaah Madiun Meninggal Usai Tunaikan Haji Dua Kali Demi Istri |
|
|---|
| Setelah Rumah Kadiskominfo, KPK Geledah Kantor Rekanan Pemkot Madiun: Bawa 2 Koper di Tengah Hujan |
|
|---|
| Pengakuan Kadis Kominfo Kota Madiun, Rumahnya Digeledah KPK dan 'Dikunci' Penyidik: Dilarang Cerita |
|
|---|
| Stasiun Madiun Paling Padat Penumpang saat Arus Libur Natal dan Tahun Baru PT KAI Daop 7 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Tinjau-SPMB-2026-di-Madiun-dan-Gresik-Khofifah-Sebut-Sistem-Baru-Bikin-Wali-Murid-Bebas-Antre.jpg)