Sabtu, 6 Juni 2026

Madiun

Tinjau SPMB 2026 di Madiun dan Gresik, Khofifah Sebut Sistem Baru Bikin Wali Murid Bebas Antre

Khofifah memastikan sistem baru SPMB/PPDB SMA-SMK Negeri di Jatim tahun ini jauh lebih rapi, terukur, dan nyaman lewat sistem verifikasi berjadwal.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra Sakti
SPMB JATIM 2026 - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 1 Madiun, Jalan Thamrin, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (5/6/2026). Khofifah memastikan SPMB SMA/SMK di Jawa Timur lebih nyaman tanpa kerumunan dengan sistem pemberitahuan jadwal verifikasi ke sekolah kepada peserta. 

Dalam pelaksanaannya, SMK Negeri 1 Cerme Gresik sendiri mempersiapkan sebanyak 10 petugas operator demi mengoptimalkan pelayanan SPMB 2026.

Berdasarkan data dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Gresik, total ada sebanyak 12 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri di wilayah tersebut yang membuka gerbang SPMB.

"Mekanisme ini saya rasa adalah ikhtiar bagaimana memberikan kepastian kepada para calon siswa yang sedang mendaftar di sekolah-sekolah yang diharapkan untuk bisa memberikan proses pembelajaran terbaik bagi mereka," jelas Khofifah.

Di tempat yang sama, salah satu wali murid bernama Novianti mengakui penyelenggaraan SPMB tahun ini terasa jauh lebih tertata ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Novianti menyebutkan, jika mekanisme SPMB pada tahun lalu hanya mengandalkan sistem zonasi semata, kini aturan baru telah menambahkan komponen nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) dari calon siswa.

"Sekarang lebih tertata. Kalau yang tahun kemarin cuma zonasi, sekarang zonasi sama ditambahkan nilainya," imbuh Novianti.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved