Kamis, 7 Mei 2026

Bus Trans Jatim Malang Raya

Data Penumpang Bus Trans Jatim Malang Raya, Dishub Jatim Catat Ribuan Orang dari 3 Terminal

Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Malang Dishub Jatim, Binsar Siregar sebut jumlah penumpang bus Trans Jatim Malang capai 4 ribu orang.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ANTUSIAS PENUMPANG BUS TRANS JATIM - Penumpang menunggu bus Trans Jatim berangkat dari Terminal Hamid Rusdi, Selasa (2/12/2025). Kehadiran Trans Jatim telah meningkatkan minat warga untuk naik bus dari terminal. 

Penumpang yang menggunakan kursi roda bisa masuk melalui pintu belakang. Di sana ada fasilitas yang bisa menaikan kursi roda ke dalam bus.

"Dari Terminal Batu sudah ada laporan, tiga penumpang menggunakan kursi roda," katanya.

Hanya saja, di dalam bus Trans Jatim masih belum tersedia layanan keterangan dalam huruf Braille.

Huruf Braille dibutuhkan untuk teman-teman netra.

Meski begitu, Binsar mengatakan bahwa di dalam bus terdapat pramugari dan pramugara yang bisa membantu teman-teman netra.

"Jadi ketika ingin berhenti di mana, pramugari atau pramugara bisa memberitahukan informasinya," paparnya.

Baca juga: Kehadiran Bus Trans Jatim Belum Beri Manfaat bagi UMKM di Terminal Madyopuro Kota Malang

Sinkronisasi dengan Angkot

Ketua Komisi C, DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin mengatakan bahwa keberadaan Trans Jatim memang harus bisa mengakomodir penumpang disabilitas, termasuk lansia. 

Anas sendiri mengaku sudah mengetahui layanan untuk pengguna kursi roda saat paparan presentasi sebelum bus beroperasi.

"Dalam presentasi yang saya ikuti, memang sudah di jelaskan ada layanan tersebut. Jadi disabilitas bisa masuk. Memang seharusnya begitu agar semua warga bisa menikmati Bus Trans Jatim," ujarnya.

Dalam hal lain, Anas menilai kehadiran layanan transportasi Trans Jatim membawa angin segar bagi peningkatan konektivitas wilayah di Malang Raya.

Meski begitu, ia menekankan perlunya sinkronisasi agar operasional Transatim tidak mematikan transportasi publik lokal, khususnya angkutan kota (angkot).

“Kita apresiasi, ini program yang cukup bagus untuk konektivitas wilayah. Namun harus menyesuaikan dengan transportasi publik lokal kita agar bisa berjalan beriringan,” ujar Anas setelah mengikuti agenda rapat bersama Dinas Perhubungan Kota Malang.

Anas menjelaskan, Trans Jatim dominan beroperasi di jalur protokol sehingga sejumlah wilayah permukiman tidak terlayani secara langsung.

Untuk itu, Komisi C mendorong revitalisasi angkot agar dapat berfungsi sebagai feeder atau pengumpan bagi rute Transatim.

Upaya ini diharapkan memastikan mobilitas warga tidak terganggu dan sektor transportasi lokal tetap berdaya saing.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved