Selasa, 9 Juni 2026

Kota Malang

Perajin Tempe di Kampung Sanan Kota Malang Mengeluh Harga Kedelai yang Terus Naik

Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan membuat perajin tempe di Kampung Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mengeluh

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
TEMPE - Pekerja menggarap kedelai untuk dijadikan tempe di Sentra Industri Kampung Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (26/1/2026). Harga kedelai yang naik, membuat perajin tempe di Kota Malang sambat. 
Ringkasan Berita:
  • Perajin tempe di Kampung Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mengeluhkan karena harga kedelai impor terus mengalami kenaikan
  • Perajin tempe, Iwan Hariono mengatakan, kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak akhir Desember 2025
  • Harga kedelai yang semula berada di kisaran Rp 9.600, kini telah menyentuh angka Rp 9.900 per kilogram

SURYAMALANG.COM, MALANG - Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan membuat perajin tempe di Kampung Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mengeluhkan keadaan tersebut.

Perajin tempe, Iwan Hariono mengatakan, kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak akhir Desember 2025.

Menurut Iwan, harga kedelai yang semula berada di kisaran Rp 9.600, kini telah menyentuh angka Rp 9.900 per kilogram.

"Naik bertahap dari 9.600 ke 9.700, lalu naik lagi 100 rupiah terus-menerus."

"Sekarang sudah hampir menyentuh Rp10 ribu per kilonya," ujar Iwan saat ditemui SURYAMALANG.COM, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Perajin Tempe di Kampung Sanan Kota Malang Kurangi Produksi, Buntut Harga Kedelai Impor Naik

Meski dengan naiknya harga kedelai ini industri milik Iwan tetap tidak mengurangi produksi karena terbantu adanya pemesan dari pihak MBG (Makan Bergizi Gratis).

"Kalau produksi masih tetap soalnya ada apa itu program MBG."

"Dalam sehari, saya kurang lebih 4,5 kuintal, karena ada program MBG," jelas Iwan kepada SURYAMALANG.COM.

Iwan memprediksi kenaikan ini akan terjadi hingga Idul Fitri 2026 mendatang.

"Kalau kebiasaan hari-hari Idul Fitri atau bulan-bulan puasa pasti naik. Naik bertahap," jelasnya.

Iwan berharap pemerintah dapat mengendalikan harga impor kedelai.

"Kami berharap agar dapat stabil harganya, ini biasanya terus naik. Tahun lalu bisa tembus Rp 15 ribu per kilo saat Idul Fitri," harapnya. 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved