Selasa, 14 April 2026

Kota Malang

Seni Barongan Diusulkan Jadi Warisan Budaya, Buah dari UB Malang Jalin Kerja Sama dengan UNESCO

Seni Barongan Diusulkan Jadi Warisan Budaya, Buah dari UB Malang Jalin Kerja Sama dengan UNESCO

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
BARONGAN - Pertemuan antara perwakilan UNESCO, Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Budaya (FIB UB), Kamis (12/2/2026). Seni Barongan diusulkan sebagai warisan dunia. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Seni Barongan diusulkan menjadi warisan budaya UNESCO, setelah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB) Malang melakukan kerja sama dengan organisasi bentukan PBB itu.

Hal tersebut tertuang dalam kegiatan kerja sama antara UB Malang dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan UNESCO dalam kegiatan di Aula FIB, Kamis (12/2/2026).

Usulan tersebut menjadi satu, di antara warisan budaya Indonesia lainnya yang hendak diusulkan menjadi warisan budaya UNESCO.

Kerja sama antara UB dengan UNESCO terjadi pada 2025 kemarin sebagai International Work Station (IWS).

UB Malang tergabung dalam UNESCO Chair bidang Creative Industry and Sustainable Development yang diketuai Peking University.

Gali Potensi Budaya Indonesia

Melalui peran tersebut, UB memiliki mandat mencari dan mengangkat potensi budaya Indonesia untuk dikembangkan menjadi industri kreatif, khususnya di wilayah pedesaan.

Wakil Rektor IV UB, Andi Kurniawan SPi MEng DSc, menegaskan bahwa Kabupaten Blora merupakan mitra strategis UB yang selama ini telah menjalin berbagai kolaborasi.

Mulai dari administrasi pemerintahan, pertanian, hingga penguatan tata kelola.

"Blora sudah lama menjadi mitra strategis UB. Pendampingan dilakukan dari sisi administrasi pemerintahan melalui Fakultas Ilmu Admistrasi (FIA) dan FISIP, sektor pertanian oleh Fakultas Pertanian, dan kini kita arahkan ke sektor budaya," ujar Andi.

Baca juga: Pria di Kota Blitar 10 Tahun Tekuni Kerajinan Barongan, Sebulan Bisa Mendulang Omzet Rp 20 Juta

Menurut Andi, kedatangan Bupati Blora ini sangat tepat.

Saat ini UB sedang mencari daerah yang siap mengisi program internasional.

Apalagi FIB UB juga telah membuka Rumah Budaya Indonesia di China serta menyelenggarakan uji kompetensi Bahasa Indonesia di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Konten-konten budaya dari daerah, termasuk Blora, berpeluang diperkenalkan melalui program tersebut.

Ia berharap kekayaan budaya Blora bisa dikurasi dan dipromosikan melalui festival internasional maupun program kebudayaan di China, sekaligus memperkuat citra Indonesia secara global.

"Blora ini menjadi pendaftar pertama di level global setelah UB ditetapkan sebagai International Work Station," jelasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved