Senin, 8 Juni 2026

Memilih Takjil Sehat Ramadan 2026

Dosen FK UB Malang Ingatkan Bahaya Boraks dan Formalin di Balik Segarnya Takjil Ramadhan

Syifa Mustika mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya dalam makanan maupun minuman

Tayang:
ISTIMEWA
PERIHAL TAKJIL - Dr dr Syifa Mustika SpPD-KGEH FINASIM, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya dalam makanan maupun minuman. 

Namun, luasnya sebaran pedagang dan sifat usaha yang temporer menjadi tantangan tersendiri.

"Keamanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Perlu kesadaran dari produsen dan konsumen," tegasnya.

Ia juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang mengonsumsi makanan berisiko.

Baca juga: Cermati Sebelum Membeli, Dinkes Kota Batu Bagi-bagi Tips Memilih Takjil yang Aman Selama Ramadhan

Menurutnya, hal itu lebih disebabkan kurangnya pengetahuan ketimbang sikap abai.

"Banyak yang belum tahu ciri makanan aman, atau tertarik dengan warna cerah dan harga murah. Karena efeknya tidak langsung, orang merasa tidak ada masalah," katanya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan pangan.

Edukasi kepada pedagang, pengawasan rutin, serta sikap selektif dari konsumen menjadi kunci utama.

"Memilih makanan yang aman adalah cara paling efektif mendorong perubahan, karena produsen akan mengikuti permintaan pasar," imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga membagikan tips sehat menjalani Ramadhan.

Bahkan Dr Syifa baru saja menerbitkan buku Tips Terkini Sehat Berpuasa & Sehat Berlebaran.

Buku tersebut memuat penjelasan komprehensif mengenai pengaturan pola makan saat sahur dan berbuka, manajemen penyakit kronis selama puasa, menjaga kesehatan saluran cerna, hingga strategi mempertahankan kebugaran tubuh selama periode Ramadan dan pasca Lebaran.

Materi yang disajikan dirancang komunikatif dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Masyarakat dianjurkan berbuka secara bertahap, membatasi konsumsi gorengan dan minuman manis, serta memperbanyak asupan sayur, buah, dan protein.

Selain itu, kebutuhan cairan harus tercukupi antara waktu berbuka hingga sahur, terutama dengan memperbanyak minum air putih.

Aktivitas fisik ringan dan menjaga kualitas tidur juga penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

"Dengan pola makan seimbang, puasa justru bisa menjadi momen memperbaiki kebiasaan hidup lebih sehat," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved