Senin, 8 Juni 2026

Kota Malang

Respons Pertamina Soal Stok BBM di Jawa Timur hingga Idulfitri, Warga Tak Perlu Panik Imbas Perang

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menjawab stok BBM untuk menemani perjalanan Ramadan hingga mudik Idulfitri masyarakat tetap aman.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Purwanto
ANTREAN PANJANG BBM - Warga mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Jalan Langsep, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat membuat Selat Hormuz ditutup sehingga distribusi minyak dunia terganggu. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kondisi stok dan distribusi BBM untuk masyarakat tetap aman menjelang Idulfitri. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketahanan stok BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara berada pada level aman di tengah meningkatnya ketegangan global antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. 
  • Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi saat mudik Lebaran, Pertamina telah menerapkan strategi build up stock dan metode mitigasi RAE.
  • Selain memantau dinamika geopolitik secara intensif, Pertamina juga menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) RAFI.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kondisi stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat tetap aman, khususnya saat Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meskipun ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah antara Amerika-Israel Vs Iran menjadi perhatian berbagai pihak, utamanya dari sektor energi. 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan perkembangan situasi global terus dipantau secara intensif untuk mengantisipasi potensi dampaknya terhadap rantai pasok energi di Indonesia.

Baca juga: Efek Perang Iran-Israel-AS dan Penutupan Selat Hormuz Sampai ke Malang, Warga Antre Isi Full Tank

"Pertamina terus memonitor dinamika geopolitik global, termasuk yang terjadi di Timur Tengah," ujar Ahad, Sabtu (7/3/2026).

"Namun untuk saat ini, rata-rata ketahanan stok BBM di wilayah Jatimbalinus berada pada level aman dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan dan Idulfitri," imbuhnya. 

Strategi Distribusi dan Metode Mitigasi Rantai Pasok

Ahad menjelaskan, ketersediaan BBM tersebut diperkuat melalui pasokan rutin yang telah terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi. 

Selain itu, Pertamina juga telah melakukan pola build up stock sejak menjelang Ramadan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat.

Build up stock adalah strategi penumpukan atau pengisian cadangan stok secara bertahap hingga mencapai level maksimal sebelum terjadinya lonjakan permintaan.

Baca juga: 2 Skema Pemerintah Sikapi Ancaman Krisis BBM Buntut Perang, Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik

Menurut Ahad, hingga saat ini distribusi BBM ke berbagai lembaga penyalur juga berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan distribusi energi tetap stabil.

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok energi. 

Metode ini memungkinkan perusahaan memiliki skenario cadangan apabila terjadi gangguan distribusi.

"Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga ketahanan pasokan," jelasnya.

"Kami juga memastikan aspek keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional tetap menjadi prioritas," imbuh Ahad.

Kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026

Selain memastikan pasokan tetap aman, Pertamina juga bersiap menghadapi lonjakan konsumsi energi selama arus mudik Lebaran. 

Untuk itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan memulai Kick Off Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri pada 9 Maret 2026.

Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai BBM, hingga layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Baca juga: 5 Dampak Ngeri Perang Israel-AS vs Iran Bagi Indonesia: Harga BBM Melonjak hingga Bahan Pokok Mahal

"Kami harap masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan tanpa perlu melakukan pembelian berlebihan," jelas Ahad.

"Jika menemukan kendala atau dugaan pelanggaran di lembaga penyalur, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center di nomor 135," tandasnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved