Kota Malang
Geliat Embong Arab Kota Malang Tak Seramai Ramadan Sebelumnya
Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya kawasan Embong Arab mulai ramai sejak pertengahan Ramadan
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Aktivitas perburuan kurma dan rempah di kawasan Embong Arab, Kota Malang, tak seramai Ramadan tahun sebelumnya
- Perbandingannya 100 banding 40. Kalau tahun lalu pengunjungnya 100, sekarang sekitar 40 saja
- Di antara barang dagangan ada kurma Medjoul yang didatangkan dari Palestina
- Banyak pembeli yang datang untuk mencari racikan rempah untuk membuat menu berbuka dan sahur di rumah
- Bumbu untuk hidangan seperti Nasi Briyani, Nasi Kebuli, dan Nasi Mandhi termasuk yang paling diminati
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Sore menuju Maghrib di kawasan Embong Arab, Kota Malang, Kamis (12/3/2026), terasa berbeda dari Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.
Lalu lintas yang biasanya padat oleh kendaraan pemburu kurma dan rempah jazirah arab, kini tampak lebih lengang.
Deretan toko tetap buka seperti biasa, namun arus pengunjung tidak seramai yang diharapkan para pedagang.
Di dalam Toko Amanah, Ahmad Soni berdiri di balik etalase sambil sesekali memandang ke arah jalan.
Karyawan toko itu sedang menunggu pelanggan yang datang.
Menurut Soni, Ramadan kali ini terasa lebih sepi. Jumlah pengunjung yang datang ke kawasan Embong Arab turun drastis.
“Perbandingannya 100 banding 40. Kalau tahun lalu pengunjungnya 100, sekarang sekitar 40 saja,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (12/3/2026).
Ia memperkirakan, penurunan jumlah pembeli mencapai sekitar 60 persen dibanding Ramadan sebelumnya.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat.
“Sepertinya karena kondisi ekonomi yang lagi sulit,” katanya.
Baca juga: Penjualan Tiket Kereta dari Malang untuk Arus Mudik Lebaran Sudah Terjual 45 Persen
Padahal, menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya kawasan Embong Arab mulai ramai sejak pertengahan Ramadan.
Pengunjung biasanya berdatangan untuk membeli kurma, roti, hingga bumbu masakan khas jazirah arab untuk hidangan berbuka atau persiapan Lebaran.
Namun tahun ini, meski Ramadan sudah memasuki 10 hari terakhir, lonjakan pengunjung belum juga terlihat.
“Saya dulu sampai tidak sempat istirahat karena pembeli datang terus. Kalau pun istirahat ya saat salat saja. Sekarang malah banyak rehatnya,” tutur Soni sambil tersenyum tipis.
Di etalase toko, berbagai jenis kurma masih tersusun rapi. Salah satu yang dijual adalah kurma Medjoul yang didatangkan dari Palestina.
| Polemik Feeder Trans Jatim Malang Raya, DPRD Soroti Anggaran dan Lambatnya Realisasi Angkot Pelajar |
|
|---|
| Angkutan Kota Belum Terintegrasi dengan Trans Jatim Malang Raya, Organda Minta Pemkot Berbenah |
|
|---|
| Rahasia Daya Tarik MIN 2 Kota Malang, Peminat Membludak hingga Pendaftaran Tahun Ajaran Baru Ditutup |
|
|---|
| Kisah Panik Warga saat Kebakaran Pabrik Rokok di Malang, Anak-anak Mengaji Langsung Bergegas Pulang |
|
|---|
| Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Rokok PT Suket Teki di Kedungkandang Kota Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bumbu-khas-jazirah-Arab-diburu-warga-saat-Ramadan-di-Embong-Arab-Kota-Malang.jpg)