Kamis, 14 Mei 2026

Sekolah Rakyat Malang Raya

Siswa Sekolah Rakyat Dapat Fasilitas Lengkap, Setiap Hari Bangun Pukul 04.00 WIB

Tegar Haddani Robbi sudah mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran di SR, dan tinggal jauh dari keluarga.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
BELAJAR - Siswa fokus di depan laptop selama proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu. Siswa mendapat fasilitas lengkap selama mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, mulai dari laptop sampai peralatan mandi. 

Ringkasan Berita:
  • Siswa SRMP 14 sudah mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran di SR.
  • Siswa mendapat fasilitas makan katering, makanan ringan, dan peralatan mandi.
  • Satu siswa mengundurkan diri dari SRMP 14 pada Oktober 2025 karena sakit.

KOTA BATU, SURYAMALANG.COM - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu menjadi Sekolah Rakyat (SR) dengan siswa terbanyak di Jawa Timur (Jatim).

Sekolah yang menempati bangunan Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bhima Sakti Songgokerto ini diisi sebanyak 149 siswa.

Siswa SRMP 14 tidak hanya berasal dari Kota Batu. Kabupaten Malang dan Kediri yang belum memiliki SR juga dapat mengirim siswa tidak mampu untuk sekolah di SRMP 14 Kota Batu.

Selama mengenyam pendidikan di SRMP 14, para siswa harus tinggal di asrama. Siswi SRMP 14, Tegar Haddani Robbi sudah mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran di SR, dan tinggal jauh dari keluarga.

Siswa asal Desa Pesanggrahan, Kota Batu ini merasa beruntung dapat sekolah di SRMP 14. Tegar mendapat beragam fasilitas yang tidak bisa didapatkan selama di rumah.

Tegar merasa nyaman dan betah tinggal di asrama karena para guru, wali asuh, dan wali asrama memperlakukan para siswa seperti ke anak sendiri.

"Tidak semua siswa bisa masuk SR. Meskipun memiliki kekurangan finansial, namun kami masih memiliki masa depan," tutur Tegar kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (10/5).

Kadang Tegar merasa rindu dengan keluarganya. Apalagi Tegar merupakan anak tunggal di keluarganya. Tegar memanfaatkan kunjungan keluarga satu bulan sekali untuk melepas rindu ke keluarganya.

Selama tinggal di asrama, Tegar dan siswa lainnya mendapat fasilitas makan katering sehari tiga kali, makanan ringan sebanyak dua kali dalam sehari, dan juga mendapat peralatan mandi.

"Saya percaya ini untuk masa depan saya. Tidak apa-apa sementara harus jauh dari orang tua. Kalau saat rindu keluarga, saya alihkan dengan main bersama teman," terangnya.

Setiap hari siswa bangun pukul 04.00 WIB, dan dilanjutkan dengan Salat Subuh bersama. Setelah Salat Subuh, para siswa berganti pakaian olah raga untuk mengikuti senam.

Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan bersih diri, dan persiapan makan pagi. Saat apel pagi, para siswa akan mendengar laporan Lurah Asrama terkait kebersihan, keamanan, dan kelengkapan personel.

Pembelajaran dimulai pada pukul 07.30 WIB, dan berakhir pukul 14.30 WIB. Saat siang, para siswa Salat Zuhur bersama, kemudian makan siang.

Setelah sekolah, siswa mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Karena jadwal ekstrakurikuler tidak tidak digelar bersamaan, siswa yang tidak ada jadwal ekstrakurikuler bisa main.

Setiap siswa bertanggung jawab mencuci dan menyeterika pakaian sendiri. Biasanya para siswa memanfaatkan waktu setelah Asar untuk mencuci atau menyeterika pakaiannya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved