Sekolah Rakyat Malang Raya
Kisah Shofi yang Menemukan Dunia Baru saat Menimba Ilmu di Sekolah Rakyat Malang
Shofiatun Rasyidah (16) siswa Sekolah Rakyat di SRMA Malang angkatan pertama. Ia berasal dari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Kisah Shofiatun Rasyidah (16) dari Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, sebagai siswa Sekolah Rakyat di SRMA Malang angkatan pertama
- Sejak Juli 2025, ia menempuh pendidikan di SRMA Malang. Sebuah titik balik dalam hidupnya. Pengalaman yang mengubah banyak hal dalam hidupnya
- Di lingkungan barunya, Shofi mengaku menemukan versi baru dirinya. Bukan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai remaja yang belajar mandiri, berani, dan punya mimpi besar
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Sekolah Rakyat tingkat menengah atas yang berada di Gedung BKPSDM Provinsi Jawa Timur telah menjadi lingkungan baru Shofiatun Rasyidah (16) dalam setahun terakhir ini. Ia adalah siswa SRMA Malang angkatan pertama.
Jauh dari kampung halamannya di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Shofi, sapaannya, belajar membaca ilmu pengetahuan sekaligus menempa dirinya dalam kemandirian hidup.
Di sebuah ruangan yang cukup luas di lingkungan asrama, hiruk-pikuk kendaraan di luar gedung tak mengganggu kemeriahan para siswa berkumpul dan belajar tentang bahaya perundungan di sekolah.
Di sela-sela acara itu, Shofi berbagi cerita dengan SURYAMALANG.COM atas pengalamannya mengenyam pendidikan di SRMA Malang.
Sejak Juli 2025, ia menempuh pendidikan di SRMA Malang. Sebuah titik balik dalam hidupnya. Pengalaman yang mengubah banyak hal dalam hidupnya.
Di lingkungan barunya, Shofi mengaku menemukan versi baru dirinya. Bukan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai remaja yang belajar mandiri, berani, dan punya mimpi besar.
Dulu, saat masih di madrasah sanawiah (MTs), ia mengaku sebagai anak yang pemalu. Kini, ia mulai berani menunjukkan kemampuan.
Kini, Shofi tidak lagi menjadi anak introver yang tidak memiliki keberanian untuk tampil. Ia telah menjadi anak yang berani tampil untuk mengutarakan apa yang dipikirkan.
Baca juga: Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Disorot, Mensos Gus Ipul: Sudah Bukan Waktunya Lagi Korupsi
“Senang di sini, karena belajar mandiri. Jauh dari orang tua, jadi semua harus dilakukan sendiri,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (10/5/2026).
Namun, kehidupan di SRMA Malang tetap menghadirkan tantangan dan pembelajaran tersendiri.
Di tempat ini, ia tidak hanya belajar akademik, tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan baru, teman-teman dari berbagai daerah, serta aturan yang lebih disiplin.
Belajar bersosialisasi, sebuah pengalaman yang penting baginya untuk bisa terjun ke tengah masyarakat pada suatu saat nanti.
“Di sini belajar bagaimana bertahan tanpa orang tua. Apa-apa sendiri."
"Bangun sebelum subuh, ruang asrama harus rapi, pembatasan menggunakan gawai,” katanya.
Shofi mengaku betah. Alasannya, fasilitas yang diberikan lengkap. Setiap siswa mendapat laptop, tempat tidur layak, hingga kebutuhan belajar yang sudah disediakan.
Kabupaten Malang
Kota Malang
Sekolah Rakyat
SURYAMALANG.COM
Shofiatun Rasyidah
eksklusif
multiangle
SaksiKata
meaningful
| Geliat Sekolah Rakyat Menengah Pertama 14 Kota Batu, Kini Memiliki 149 Siswa Terbagi dalam 6 Kelas |
|
|---|
| Pembangunan SR Kabupaten Malang di Bantur Segera Dimulai, Lelang Proyek Mulai Akhir September |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Bisa Jadi Buah Simalakama, Pengentas Kemiskinan atau Ancaman Baru bagi Pendidikan? |
|
|---|
| Guru Besar UM, Djoko Saryono: Seharusnya Sekolah Rakyat Vokasional |
|
|---|
| Peminat Sepi, Dinsos Kota Batu Buka Pendaftaran Calon Siswa Sekolah Rakyat Gelombang 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Shofiatun-Rasyidah-Sekolah-Rakyat-Malang-dari-Ampelgading.jpg)