Kota Malang
Serius Tuntaskan Masalah Sampah, Pemkot Malang Anggarkan Rp 30 Miliar dari APBD 2027
Pemkot Malang mulai menyiapkan langkah serius untuk membenahi persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Pemkot Malang mulai menyiapkan langkah serius untuk membenahi persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat
- Penganggaran program Local Service Delivery Project (LSDP) pada APBD 2027 dengan nilai mencapai Rp 30 miliar
- Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengatakan, anggaran tersebut merupakan bagian dari persiapan awal pengelolaan sampah modern di Kota Malang
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemkot Malang mulai menyiapkan langkah serius untuk membenahi persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Salah satu upaya yang disiapkan ialah penganggaran program Local Service Delivery Project (LSDP) pada APBD 2027 dengan nilai mencapai Rp 30 miliar.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengatakan, anggaran tersebut merupakan bagian dari persiapan awal pengelolaan sampah modern di Kota Malang.
Awalnya, anggaran diajukan ke pemerintah pusat hanya sekitar Rp10 miliar, namun kemudian meningkat menjadi Rp 30 miliar.
“Awalnya sekitar Rp 10 miliar, kemudian naik menjadi Rp 30 miliar. Ini bukan dana pendamping, tetapi rembes,” kata Ali Muthohirin kepada SURYAMALANG.COM, Senin (25/5/2026).
Menurut Ali, program tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah di Kota Malang.
Nantinya, sampah tidak lagi hanya ditimbun di tempat pembuangan akhir, tetapi akan diolah agar volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan.
Baca juga: Pro-Kontra Rencana Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Malang: PDIP Dukung All Out, Gerindra Kaji Ulang
“Pengelolaan sampah nanti bukan hanya ditimbun, tetapi diolah. Poin utamanya memang pengelolaan sampah,” ujarnya.
Ia menyebut persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius bagi kota-kota besar, termasuk Kota Malang.
Setiap hari, produksi sampah di Kota Malang disebut bisa mencapai sekitar 800 ton per hari.
Jumlah tersebut dinilai akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan mobilitas masyarakat di Kota Malang.
“Masalah perkotaan itu sampah. Per hari bisa sampai 800 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu, dan yang tinggal sampai satu juta orang di Kota Malang, kalau sampah tidak dikelola dengan baik tentu akan jadi persoalan,” katanya.
Ali menegaskan program LSDP juga menjadi bagian dari upaya mendukung instruksi Presiden terkait pengelolaan sampah menuju konsep zero waste atau nol sampah.
Karena itu, Pemerintah Kota Malang menilai pembenahan pengelolaan sampah sudah sangat mendesak dilakukan.
Menurutnya, persoalan sampah selama ini tidak hanya muncul di hilir atau tempat pembuangan akhir, tetapi juga di tingkat lingkungan masyarakat hingga TPS pinggir jalan.
| Gerilya FKH UB Jelang Idul Adha: Sebar 960 Mahasiswa di Jatim hingga Bali Demi Buru Cacing Hati |
|
|---|
| SDN Tulungrejo 2 Kota Batu dan SDN Lowokwaru 3 Kota Malang Juara MLSC Malang Seri 2 2025-2026 |
|
|---|
| Pedagang Pasar Tawangmangu Kota Malang Merasakan Penurunan Daya Beli Masyarakat |
|
|---|
| Stok Beras Melimpah di Pasar Bunulrejo Kota Malang, Namun Daya Beli Melambat |
|
|---|
| Proyek PSEL Masih Belum Jelas, DPRD Kota Malang Minta Pemkot Fokus Tata Kelola Internal Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Pemulung-dan-petugas-kebersihan-sedang-memilah-sampah-di-TPS-Sulfat-Kota-Malang.jpg)