Senin, 8 Juni 2026

Kabupaten Malang

Bisa via Online, Tapi Wali Murid Pilih Datang ke Sekolah untuk Daftar Ulang SMPN 3 Kepanjen Malang

Senin (8/6/2026), calon murid yang diterima di masing-masing SMP Negeri melakukan daftar ulang untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Luluul Isnainiyah
SPMB 2026 - Wali murid datang ke SMPN 3 Kepanjen, Kabupaten malang, untuk daftar ulang, Senin (8/6/2026). Meskipun daftar ulang bisa dilakukan secara online, namun wali murid memilih untuk daftar offline ke sekolah. 

Kemudian 6 Juni penetapan penerimaan dan 8 Juni pengumuman serta daftar ulang.

"Setiap orang tua harus lapor diri karena aplikasi ini diupdate oleh Telkom maka tadi pagi kami sosialisasikan bagaimana cara lapor dirinya," ucap Effendi kepada SURYAMALANG.COM.

Daftar ulang hanya berlangsung hari ini hingga pukul 23.59 WIB.

Namun, karena lapor diri dilakukan secara online, maka pihak sekolah memfasilitasi wali murid untuk didaftarkan di sekolah.

Sebab, wali murid merasa kesulitan untuk lapor diri secara mandiri.

"Daftar ulang kan hanya satu hari kalau misalnya orang tua terlambat berarti dia akan gugur."

"Karena takut gugur maka mereka tadi minta tolong ke sekolah untuk didaftarkan. Kami melakukan verivikasi dan validasi," sambungnya.

Akan tetapi jika wali murid tidak datang ke sekolah hari ini, maka panitia SPMB akan menghubungi masing-masing.

Karena daftar ulang di sekolah hanya berlangsung sampai pukul 15.00 WIB.

Pada jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi murid yang diterima totalnya sebanyak 173 anak.

Sementara untuk jalur domisili sebanyak 115 anak. Maka total penerimaan murdi baru di SMP N 3 Kepanjen tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 288 anak.

Effendi menyebutkan jika pendaftaran online banyak membingungkan wali murid calon peserta didik.

Hingga awal pendaftaran sejumlah wali murid lebih memilih untuk datang ke sekolah.

"Banyak yang datang langsung ke sekolah karena mereka kurang paham."

"Kadang kan ada dokumen yang harus discan dengan ukuran tidak lebih dari 1 MB kalau lebih dari itu kan gagal. Makanya banyak yang datang ke sini," imbuhnya.

Kurang lebih ada 30 persen wali murid calon peserta yang memilih untuk daftar ke sekolah.

Rata-rata wali murid yang sudah berumur dengan keterbatasan untuk mengakses ponsel.

Baca juga: Gerinda dan PDIP Kompak Bongkar Proyek Peremajaan Bibit Tebu di Malang, Petani Jangan Ditumbalkan

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved