Senin, 27 April 2026

Rokok Elektrik

Omzet Penjualan Rokok Elektrik Tembus Rp 6 Triliun Setahun

ASOSIASI PERSONNAL VAPORIZER memperkirakan, pengguna vape di Indonesia mencapai 1 juta orang. Selamat tinggal untuk rokok kuno?

Editor: yuli
Harian SURYA
Harian SURYA, 18 Februari 2018. 

“2014 baru mulai kelihatan, 2015 booming, dan 2017 betul-betul di titik puncaknya. Ini terlihat dari skalanya yang mulai membesar,” ungkap dia.

Pada 2016, kondisi bisnis vape di Indonesia sempat drop.

Menurut dia, tidak adanya ketidakpastian dari pemerintah ketika itu membuat para pedagang takut berkomitmen.

“Karena belum ada yang mengatur, industrinya kurang kompak,” pungkasnya.

Khusus di Surabaya, tren vape sedikit berbeda.

Di Kota Pahlawan ini, vape mulai menjamur pada 2014.

Setahun setelahnya, penjulan vape justru anjlok karena berbagai macam isu.

Tahun 2016, vape justru booming. Sementara tahun lalu, kondisi bisnisnya justru menurun.

Agung Subroto (33), salah satu pengusaha vape di Surabaya, mempercayai penurunan bisnis vape pada tahun ini bukan sekadar akibat isu pengenaan cukai 57 persen.

Ia lebih percaya bisnis vape turun, karena kondisi ekonomi yang kurang baik.

“Buktinya semua bisnis juga banyak yang turun. Tidak cuma ini,” ujarnya.

Sebagai pebisnis, ia tak khawatir ihwal rencana pengenaan cukai 57 persen.

Meski angka itu besar, ia menganggap regulasi tersebut justru membuat bisnis vape lebih mudah untuk berkembang.

“Sekarang ini, kita dibilang legal juga enggak, dibilang ilegal juga enggak,” tuturnya.

Dari pengalaman Agung berbisnis vape sejak 2014, liquid atau cairan vape yang dijual di pasar Surabaya mayoritas adalah produk lokal.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved