Rokok Elektrik
Omzet Penjualan Rokok Elektrik Tembus Rp 6 Triliun Setahun
ASOSIASI PERSONNAL VAPORIZER memperkirakan, pengguna vape di Indonesia mencapai 1 juta orang. Selamat tinggal untuk rokok kuno?
Di tokonya yang juga sebuah kafe di Jalan Kombes M Duryat, 70 produk yang dijual adalah produk lokal.
“Yang impor mayoritas dari USA (Amerika), Tiongkok. Kalau yang lokal banyak. Sekarang ini lebih banyak lokal yang kenceng lakunya di pasaran,” katanya.
Cairan vape lokal, kata dia, lebih menarik bukan karena harga.
Alasannya, liquid lokal yang berkualitas harganya juga berimbang dengan liquid impor.
Agung, yang juga pengguna vape, menyebut, vape lokal lebih laris karena karakteristik rasa yang lebih cocok bagi orang Indonesia.
Di Surabaya, penjualan liquid lokal mulai tinggi sejak 2016.
“Kalau produsen, mereka ada yang buat di Tiongkok, kemudian dilabeli di Indonesia. Ada juga yang buatnya di sini,” ungkapnya.
Untuk liquid impor, Agung lebih memilih untuk membeli dari distributor.
Beberapa tahun lalu, ia pernah mencoba mendatangkan langsung dari negara asal.
Namun cara itu akhirnya justru membuat susah.
“Liquid saya tertahan sampai beberapa bulan. Susah kalau tidak ada kejelasan,” tambah Agung.
Catatan APVI, secara nasional liquid lokal juga mendominasi, bahkan mencapai 80 persen.
Pasar liquid impor cukup tinggi di Surabaya ketimbang nasional, karena distributor besar liquid vape dari Amerika ada di Surabaya.
“Kalau di Surabaya, produk USA mungkin banyak. Tapi kalau kita bilang nasional, seperti Jawa dan Bali keseluruhan, mayoritas pasti lokal,” ujar Rhomedal. (Aflahul Abidin/M Taufik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rokok-elektrik-asosiasi-personal-vaporizer-indonesia-apvi-cukai-vape_20180208_192059.jpg)