SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Situs Sekaran di lokasi pembangunan jalan tol Pandaan Malang dipastikan merupakan peninggalan Kerajaan Singasari
"Ya mau tidak mau harus mundur dari target karena harus ada perencaan ulang kan," ucap dia.
Sementara itu, Kepala BPCB Jatim, Andi Muhammad Said, menyatakan bahwa situs purbakala di Tol Pandaan-Malang harus dilestarikan. Saat ini, BPCB Jatim telah menetapkan delineasi situs seluas 24x24 meter.
"Area itu kami nyatakan sebagai area yang harus dilindungi atau batas aman situs. Artinya tidak bisa di ganggu oleh siapapun," kata Andi.
Andi membenarkan BPCB Jatim menyetujui pergeseran ruas tol di Kilometer Pandaan-Malang sejauh delapan meter ke bantaran Sungai Amprong. Namun jika nantinya ditemukan struktur bata kembali, pihak tol wajib menghentikan pembangunan.
"Kami sejauh ini sepakat untuk ruas tolnya digeser delapan meter ke sungai. Tapi kalau misal nanti ditemukan struktur bata kembali, ya harus dihentikan," pungkas dia.
Situs Sekaran di Tol Pandaan-Malang telah dilakukan ekskavasi penyelamatan oleh BPCB Jatim selama 10 hari sejak Selasa (12/3) hingga Kamis (21/3).
Kesimpulan sementara, situs purbakala merupakan kompleks peribadatan yang dibangun di era kerajaan Singhasari atau Singosari.
Temuan-temuan
1. Struktur anak Tangga
Arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono melihat struktur batu bata diduga peninggalan jaman Majapahit di proyek Tol Malang - Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (9/3/2019). Sejak empat bulan lalu, warga sekitar proyek tol Mapan di kawasan ini banyak yang mencari benda-benda purbakala seperti emas, keramik, koin kuno dll paska pengerukan lahan proyek tol. Pada proyek tol Mapan seksi V, km 37 juga ditemukan situs yang diduga pemukiman warga jaman Majapahit. (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha)
2. batu bata
Arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono melihat struktur batu bata diduga peninggalan jaman Majapahit di proyek Tol Malang - Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (9/3/2019). Sejak empat bulan lalu, warga sekitar proyek tol Mapan di kawasan ini banyak yang mencari benda-benda purbakala seperti emas, keramik, koin kuno dll paska pengerukan lahan proyek tol. Pada proyek tol Mapan seksi V, km 37 juga ditemukan situs yang diduga pemukiman warga jaman Majapahit. (SURYAMALANG.COM/HAYU YUDHA PRABOWO)
3. Uang Koin
Seorang pekerja menunjukan uang kuno diduga peninggalan jaman Majapahit di proyek Tol Malang - Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (9/3/2019). Sejak empat bulan lalu, warga sekitar proyek tol Mapan di kawasan ini banyak yang mencari benda-benda purbakala seperti emas, keramik, koin kuno dll paska pengerukan lahan proyek tol. Pada proyek tol Mapan seksi V, km 37 juga ditemukan situs yang diduga pemukiman warga jaman Majapahit (SURYAMALANG.COM/HAYU YUDHA PRABOWO)
4. Pecahan Keramik
Seorang warga menunjukan pecahan keramik diduga peninggalan jaman Majapahit di proyek Tol Malang - Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (9/3/2019). Sejak empat bulan lalu, warga sekitar proyek tol Mapan di kawasan ini banyak yang mencari benda-benda purbakala seperti emas, keramik, koin kuno dll paska pengerukan lahan proyek tol. Pada proyek tol Mapan seksi V, km 37 juga ditemukan situs yang diduga pemukiman warga jaman Majapahit. (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)
5. Pecahan koin dan Emas
Seorang warga menunjukan emas, koin kuno dan pecahan keramik diduga peninggalan jaman Majapahit di proyek Tol Malang - Pandaan (Mapan) di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (9/3/2019). Sejak empat bulan lalu, warga sekitar proyek tol Mapan di kawasan ini banyak yang mencari benda-benda purbakala seperti emas, keramik, koin kuno dll paska pengerukan lahan proyek tol. Pada proyek tol Mapan seksi V, km 37 juga ditemukan situs yang diduga pemukiman warga jaman Majapahit. (SURYAMALANG.COM/HAYU YUDHA)
6. Terowongan Misterius
Selain temuan-temuan tersebut, di lokasi juga ditemukan arung atau saluran air purbakala di sisi timur ruas utama jalan Tol Pandaan-Malang tepatnya di Kilometer 37.