Breaking News:

Kekerasan di SMP Negeri Kota Malang

Polisi Siap Datangi Rumah Para Terduga Pelaku Kekerasan di SMPN Kota Malang, Hormati Hak Anak

Polisi menghormati hak terduga pelaku sebab mereka masih anak-anak. Karenanya, penyelidikan ini melibatkan Unit PPA Polresta Malang Kota.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Tujuh siswa SMPN 16 Kota Malang yang diduga pelaku kekerasan pada temannya MS (13) saat datang ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Jumat (31/1/2020).Mereka akan diperiksa polisi minggu depan 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polresta Malang Kota akan memeriksa murid yang diduga melakukan perundungan atau bullying atau kekerasan di SMP Negeri 16 Kota Malang pada pekan depan.

Pemeriksaan terduga pelaku kekerasan pada korban MS (13) akan dilakukan sesuai tata cara bagi penanganan kasus anak-anak.

Untuk itu Polresta Malang Kota akan bersifat fleksibel dalam melakukan pemeriksaan pada para terduga pelaku, termasuk jika diperlukan, pemeriksaan akan dilakukan dengan cara polisi yang mendatangi rumah para pelaku itu.

Dugaan Kekerasan Siswa SMPN Kota Malang, Kapolresta Malang Kota Sebut Ancaman 5 Tahun Penjara

Siswa SMPN Malang Korban Kekerasan, MS Masih Trauma Dalam Perawatan Rumah Sakit

Ide Gila ABG Cari Nafkah dengan Culik & Jual Bayi Lewat FB, Sudah Deal untuk Calon Ortu di Madura

“Saat ini baru dua saksi yang diperiksa yakni ibu dan paman korban. Nah selanjutnya mungkin menuju Kepsek dan orang tua dari murid-murid yang diduga melakukan kekerasan,” ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Sabtu (1/2/2020).

Ia menambahkan polisi menghormati hak terduga pelaku sebab mereka masih anak-anak. Karenanya, penyelidikan ini melibatkan Unit PPA.

“Kalau perlu kami yang mendatangi mereka ke rumahnya,” ujar dia.

Kasus kekerasan atau bullying ini mengakibatkan seorang siswa berinisial MS (13) cedera di beberapa bagian tubuhnya dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS).

Leo mengatakan kasus ini telah dilaporkan oleh Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Jumat (31/1) sore.

Apabila terbukti, kasus ini akan diproses sesuai UU Nomor 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 2.

“Ancaman hukumannya lima tahun dan dendanya Rp 100 juta,” imbuh dia.

Sebagai informasi, Pelajar kelas VII SMPN 16 Kota Malang, berinisial MS diduga mengalami bullying oleh tujuh temannya sekolahnya. Akibatnya, jari tengah tangan kanan MS memar dan kini tengah di rawat di rumah sakit.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved