DPRD Kota Batu Desak Agar Pasar Sayur Bisa Menjadi Tujuan Wisata

Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batu Heli Suyanto berharap revitalisasi pasar sayur dapat mengembalikan kejayaan Kota Batu sebagai sentral pasar sayur.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pasar Sayur Kota Batu yang baru saja selesai dibangun pada awal 2020 

“Nah mungkin dikonsep agar pembangunan pasar yang berikutnya dapat melengkapi kekurangan di pasar sayur. Konsep pasar wisata bisa dimasukkan ke konsep pasar mendatang,” katanya.

Jika nanti memang bisa diakomodir usulan dewan dan menjadi pasar wisata, Heli meminta agar masyarakat juga turut menjaga.

Di satu sisi, Heli juga mendorong agar Pemkot Batu tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di pasar wisata. Hal itu untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang datang.

“Peran serta pemerintah ini wajib mengawal. Jadi pasar itu tidak sekadar tempat transaksi semata, apalagi sebagai kota wisata. Bisa juga jual oleh-oleh dan kuliner. Kalau wisatawan mau masuk pasar itu luar biasa. Tentunya tetap menjaga konsep tradisional,” jelasnya.

DPRD Kota Batu  akan menggelar agenda dengar pendapat dengan dinas terkait terkait usulan tersebut. Heli menegaskan, dalam dengar pendapat nanti akan mengajak sejumlah pihak, tidak hanya pedagang saja.

“Tidak hanya pedagang, tapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha dan petani. Itu tetap kami libatkan karena pasar milik umum. Jadi perlu digaris bawahi, konsep ini bukan hanya untuk pedagang, tapi juga untuk Kota Batu,” paparnya.

Dalam lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No 80 Tahun 2019 pembangunan Pasar Induk Kota Batu menelan biaya Rp 200 M dari APBN. Pemkot Batu akan mempertimbangkan relokasi pedagang ketika pasar diperbaiki.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau persiapan pasar sebelum persmian mengatakan, kondisi pasar sudah 95 persen siap. Pemkot Batu akan melakukan peresmian pada 17 Februari 2020. Di hari itu juga, dilakukan pengundian kepada pedagang untuk mengisi tempat.

“Alhamdulillah pasar sudah dibilang 95 persen siap. Bangunannya tampaknya bagus dan itu sudah diuji. Tanggal 17 insha Allah akan diresmikan,” ujar Dewanti.

Dewanti mengatakan kalau sebetulnya pedagang sudah bisa memakai pasar yang baru selesai dibangun. Namun harus menunggu peresmian terlebih dahulu sebelum ditempati.

“Sebetulnya sekarang pun sudah bisa, tapi belum diresmikan. Peresmian nanti sekaligus pengambilan jatah lapak,” kata Dewanti.

Kader PDI Perjuangan itu juga mengatakan kalau dalam waktu dekat akan dilakukan renovasi Pasar Besar. Renovasi Pasar Besar menggunakan dana dari Pemerintah Pusat. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved