Virus Corona di Malang
Pertemuan Tiga Kepala Daerah Malang Raya Soal PSBB, Sutiaji: Ini Harus Ada Kesepakatan Bersama
Kesepakatan diperlukan 3 pemimpin daerah Malang Raya mengacu kepada pembatasan mobilitas orang baik di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji mendorong adanya koordinasi dan komunikasi bersama di Malang Raya berkaitan dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran Covid-19 .
Kesepakatan diperlukan mengacu kepada pembatasan mobilitas orang baik di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.
"Dari hasil pertemuan tadi kesepakatan PSBB iya. Cuma unsurnya ini yang masih harus kita urai bersama," ucapnya.
• Bapenda Gelar Sunset Policy V di Tengah Wabah Covid-19, Peringati HUT Kota Malang ke-106
• PDAM Kota Batu Beri Diskon, Perumdam Among Tirto Potong Tagihan Hingga 20 Persen & Bebaskan Denda
• Luna Maya Pernah Ditawar Pengusaha Senilai Rp 600 Juta untuk Kencan 3 Hari, Balasnya Singkat & Tegas
Dia menambahkan, bahwa pembatasan mobilitas ini akan dilakukan di perbatasan-perbatasan yang ada di Malang Raya.
Di mana setiap daerah memiliki tugas masing-masing yang bekerja sama dengan kepolisian.
Sedangkan untuk mobilitas orang di Malang Raya tetap jalan, mengingat masih banyak warga Kota Malang yang bekerja di Kabupaten Malang, Kota Batu maupun sebaliknya.
"Ini harus ada kesepakatan terlebih dahulu. Karena prosesnya tidak serta merta. Ada pengajuan dari kita ke Gubernur terus diteruskan ke pusat. Karena nanti skenarionya bersama, setelah itu kita ajukan," ucapnya.
Tak hanya itu, sejumlah kebijakan juga disampaikan oleh Sutiaji di dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam lebih itu.
Sutiaji menyampaikan berkaitan dengan imbauan beribadah di rumah saja.
Agar nantinya, bisa menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.
"Ya kalau kami imbauan sudah. Sedangkan Kabupaten Malang belum. Hal ini kami lakukan karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus," ucapnya.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Malang tersebut juga membahas tentang kelangkaan APD di rumah sakit rujukan dan rencana membuat tempat untuk isolasi pasien Covid-19.
Akan tetapi, Sutiaji masih enggan untuk memberikan komentar banyak terkait dengan tempat isolasi bagi Pasien Covid-19.
Dikarenakan, perlu adanya pembahasan lebih lanjut dengan stakeholder dan instansi terkait dengan rencana tersebut.
"Belum ya, karena harus ada obrolan lebih lanjut lagi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sutiaji-malang.jpg)