Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona di Malang Hari Ini 22 Mei 2020: 6 Pasien Baru & Pasar jadi Klaster Sebaran Covid

UPDATE Virus Corona di Malang hari ini merangkum perkembangan di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

kolase suryamalang.com
Virus Corona di Malang 22 Mei 2020 

Simak juga berita terkait Virus Corona di Malang, Jawa Timur berikut ini:

1. Pasar Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Kota Batu

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu bertambah dua orang, Kamis (21/5/2020).

Adanya tambahan ini, total akumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Batu sebanyak 10 orang, yang terdiri atas 7 orang dalam perawatan, 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, Punjul Santoso menerangkan, satu orang yang positif Covid-19 atau pasien ke-9 adalah pedagang pasar yang menjual kelapa.

Saat ini, pasien ke-9 tersebut telah mendapat penanganan medis.

"Saya mendapat laporan dari Dinkes Batu pasien ke-9 kemarin, Rabu sekitar pukul 18.00," kata Punjul, Kamis (21/5/2020).

Punjul mengatakan, Pasar Batu jadi Klaster Baru Covid-19.

Ia mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di pasar, baik pedagang, pembeli maupun yang lainnya, dapat mematuhi protokol kesehatan.

"Tolong patuhi. Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun. Itu penting sekali," tegas Wakil Wali Kota Batu ini.

Punjul mengungkapkan, sebelumnya warga Batu yang positif Covid-19 adalah pedagang yang mobilitasnya keluar kota, namun kali ini trennya adalah transimisi lokal yang ada di dalam pasar.

Meski begitu, Punjul juga mengatakan masyarakat tetap tenang dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya bersama anggota DPRD datang ke pasar kemarin. Belum terlihat menerapkan penjarakan fisik atau physical distancing," terangnya.

Menindaklanjuti adanya klaster pasar, petugas melakukan tes cepat atau rapid test masal di pasar.

Tes cepat dilakukan terhadap 313 pedagang pasar pagi. Hasilnya, 4 pedagang reaktif.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Yuni Astuti mengatakan bahwa sejatinya ada 400 pedagang yang akan dites.

Dikatakan Yuni, pedagang adalah kelompok yang berisiko tertular Covid-19.

"Diharap dengan tes cepat ini mampu mencegah penularan dan mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya pasien yang reaktif. Mereka yang reaktif wajib isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Yuni.

2. Yayasan Kelenteng Eng An Kiong membagikan ribuan paket sembako pangan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Kamis (21/5/2020).

Pembagian diserahkan secara simbolis kepada warga penerima bantuan di Taman Makam Asri Abadi, Lawang.

Acara penyerahan bantuan siang itu turut dihadiri oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

"Kami berikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian kami ke masyarakat di tengah wabah virus corona," ujar Iwan Handojo, Ketua Yayasan Kelenteng Eng An Kiong saat memberi sambutan.

Iwan menambahkan ada tiga desa yang warganya mendapat bantuan dari Yayasan Kelenteng Eng An Kiong bersama Hawai Waterpark Group, yaitu Desa Sidodadi, Desa Srigading, dan Desa Kalirejo.

Desa Sidodadi mendapat bantuan berjumlah 300 paket sembako, Desa Srigading berjumlah 401 paket sembako, dan Desa Sidodadi memperoleh bantuan 562 paket sembako.

"Kami serahkan melalui setiap kepala desa, kemudian disalurkan kepada warga yang berhak menerima sudah dilakukan pendataan."

"Semua bantuan diserahkan serentak hari ini," ujar Iwan.

Iwan berharap bantuan sembako dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Hawai Waterpark Group, Bambang Judo Utomo menerangkan penyerahan bantuan sembako tak berhenti pada kali ini saja.

Hawai Waterpark Group dan Kelenteng Eng An Kiong bakal menyerahkan bantuan sembako di Kecamatan Singosari pada 28 Mei 2020.

Penyerahan bantuan nanti akan berkerja sama dengan Divif 2 Kostrad TNI AD Singosari.

"Nanti akan diserahkan 1000 paket sembako penyerahan bantuan dibantu oleh Divif 2 Singosari dijadwalkan akan dihadiri oleh panglima divisi," ujar Bambang.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi mengapresiasi peran swasta yang dirasa turut membantu Pemkab Malang menanggulangi dampak pandemi Covid-19, lewat pemberian bantuan sembako.

"Bantuan ini berasal dari dana sosial yayasan untuk kegiatan sosial masyarakat," ujar politisi PDIP itu.

Sanusi bersyukur memiliki banyak rekan pengusaha yang selalu responsif dan aktif memberikan bantuan sosial.

"Syukurlah saya banyak kolega pengusaha di Kabupaten Malang. Sehingga peran swasta nampak bersama-bersama kolaborasi dengan pemerintah membantu masyarakat lewat bantuan sosial," kata Sanusi.

3. Sebanyak 15.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kota Malang akan mendapat bantuan sosial dari Pemprov Jatim.

Pemkot telah menerima Bansos tersebut pada Kamis (21/5/2020) ini, dan dicairkan melalui Bank Jatim.

Kabag Humas Pemkot Malang, M Nur Widianto menjelaskan Pemkot akan menambah bantuan ini sebesar Rp 100.000.

Jadi, setiap KPM akan menerima bantuan sebesar Rp 300.000.

"Saat ini bantuan sudah berproses di Kelurahan. Jadi nanti kami top up Rp 100.000 biar jadi Rp 300.000," ucap Nur Widianto kepada SURYAMALANG.COM.

Proses pendataan kepada warga penerima bantuan tersebut juga telah dilakukan oleh Pemkot Malang.

Nantinya, proses penyaluran bantuan tersebut akan langsung disalurkan di tiap-tiap kelurahan.

Warga penerima bantuan bisa langsung mengambil di kelurahan setempat secara tunai.

Dan bantuan tersebut akan diberikan selama tiga bulan, mulai dari April hingga Juni 2020.

"Pembagiannya nanti dirapel langsung dua bulan. Yakni mulai April sampai Mei. Hal ini sama saja dengan bantuan dari Pemkot Malang," ucapnya.

Selain bantuan yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, bantuan juga bersumber dari pemerintah pusat.

Bantuan dari Kementerian Sosial itu telah diberikan melalui kantor pos, kelurahan dan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara).

Untuk bantuan yang bersumber dari APBN atau Kemeneterian Soaial, total ada 22.718 jiwa KPM.

Jumlah itu berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 13.990 jiwa dan ditambahkan dengan data non DTKS yang sebelumnya didata oleh Pemkot Malang sebanyak 8.728 jiwa.

Sedangkan untuk bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kota Malang, tercatat ada 86.168 jiwa.

Namun yang telah tercatat dan terdaftar sebanyak 76.691 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Artinya, masih tersisa 9.495 kuota untuk bisa diisi masyarakat yang belum terdata sebagai penerima bantuan.

(M Rifky Edgar/ M Erwin/ Benni Indo/ Ratih Fardiyah/ SURYAMALANG.COM)

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved