Virus Corona di Malang

Pengukuhan 3 Profesor Baru Universitas Brawijaya di Tengah Pandemi Covid-19, Batasi Undangan

Pengukuhannya besok, Rabu (24/6/2020) juga akan dilangsungkan secara daring lewat streaming youtube channel UBTV

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Tiga profesor baru Universitas Brawijaya akan dikukuhkan Rabu (24/6/2020) secara daring. Mereka Prof Ir Arifin Noor Sugiharto MSc PhD di bidang ilmu bioteknologi pertanian. Kemudian Prof Dian Handayani SMK MKes PhD di bidang ilmu gizi dan Prof Dr Mohamad Khusaini SE MSi MA di bidang ilmu keuangan daerah 

"Adanya desentralisasi membuat pemerintah jadi lebih dekat dengan masyarakat. Sebab barang dan jasa yang diadakan Pemda sesuai kebutuhan masyarakatnya," kata Khusaini.

Adanya desentralisasi juga membuat masyarakat bisa membandingkan. Misalkan dari pajak-pajak daerah, seberapa hasilnya buat masyarakat.

Dalam desentralisasi juga ada ketimpangan fiskal. Sebab tiap daerah kondisinya beda.

Ada daerah kaya dan miskin. Karena itu pemerintah memberikan dana perimbangan. Tujuannya pada jangka panjang akan mengarah pada titik yang sama (maju).

Namun desentralisasi fiskal juga ada masalah baru. Yaitu timbul ego sentral.

Misalkan Jakarta banjir menyalahkan daerah lainnya. Ini juga diharapkan tidak terjadi di Malang Raya atau daerah-daerah yang saling terkoneksi seperti Gerbangkertasusila atau di di Malang Raya.

"Di Malang Raya harusnya dalam kebijakan pembangunan, merancang dengan konsep Malang Raya. Konsepnya berbasis kewilayahan," tegasnya.

Hal ini termasuk manajemen fiskalnya. Otoda tidak bisa seenaknya sendiri dan perlu campur tangan pemerintah di atasnya.

Sedang Arifin menyampaikan bahwa Indonesia adalah produsen jagung ke 10 di dunia dan tertinggi di Asean.

Jagung selain untuk pakan dan pangan meski masih subsitusi.

"Sebab masih terbiasa dengan padi," kata profesor dari Fakultas Pertanian ini.

Dalam kondisi perubahan cuaca global, bertanam padi sebenarnya tidak cocok karena boros air.

Padahal saat ini butuh efisiensi. Berbeda dengan jagung meski nutrisinya lebih bagus dibanding padi.

Maka agar tidak sekedar menjadi makanan substitusi pangan, syaratnya di rasa jagung. Yaitu bagaimana membuat rasa jagung punel seperti nasi.

Ia bersama peneliti jagung yang tergabung di Maize Research Center UB konsisten mengkaji dan mempelajari bioteknologi dalam upaya perakitan varietas jagung unggul yang futuristik.

Beberapa hasilnya sebanyak 13 varietas telah dipatenkan. Dan empat telah dikomersialkan.

"Bagi saya, jadi profesor itu bukan final destination. Tapi sarana bagi saya untuk makin mengembangkan diri," kata Arifin.

Ia ingin Indonesia memiliki kemandirian benih dan pangan.

Sebab benih jagung masih banyak yang import yaitu Rp 4 triliun per tahun. Sehingga memberikan devisa bagi negara lain

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved