Virus Corona di Malang

Video Literasi Cerita Boneka Tentang Covid-19 Karya Dosen FISIP UB, Bantu Orangtua dan Guru

Masih ada orang tua yang mengajak anak ke luar rumah tanpa mempedulikan protokol kesehatan. Misalkan tanpa memakaikan masker.

SURYAMALANG.COM/Humas Fisip UB
Dosen Fisip Universitas Brawijaya (UB) membuat video literasi denga media boneka untuk memberikan pesan-pesan terkait Covid-19. Video ditayangkan di IG yang menjadi kerjasama. 

Penulis : Sylvianita Widyawati , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM,MALANG - Tim Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) membuat video literasi dalam bentuk cerita boneka.

Tim bekerjasama dengan akun Instagram @DigitalMamaID.

Tujuan video ini untuk membantu orang tua dan guru menjelaskan pada anak tentang virus Covid-19.

"Pesan kesehatan ini dikemas ringan melalui cerita boneka jadi bisa mudah dipahami anak-anak,” jelas Fariza Yuniar Rakhmawati selaku Ketua Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB, Kamis (27/8/2020).

Munculnya gagasan dan produk video literasi ini tak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan masih banyak anak jadi 'korban'.

Data yang dipublikasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Agustus 2020, jumlah anak Indonesia yang terpapar virus Covid-19 mencapai 11.000 anak.

Sedang tingkat kematian anak 2,5 persen. Indonesia memegang rekor tertinggi di Asia Pasifik.

Di sisi lain, masih ada orang tua yang mengajak anak ke luar rumah tanpa mempedulikan protokol kesehatan. Misalkan tanpa memakaikan masker.

Untuk itu, diperlukan pengemasan pesan kesehatan yang efektif buat mereka.

Kehadiran video ini untuk mengisi ruang yang belum disentuh untuk penanganan Covid-19.

Harapannya anak-anak bisa menangkap dan mentransfer nilai positif dari cerita yang disampaikan melalui media yang dekat dengan mereka.

Dipilihnya boneka, karena biasanya sangat dekat dengan anak.

Cerita yang diangkat ialah cerita-cerita yang memang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari.

Dalam visualisasi yang ceria, anak diberikan narasi saat merasa kangen dengan teman namun tidak boleh berdekatan karena protokol kesehatan penjagaan jarak.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved